Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Islam. Memasuki bulan istimewa ini, banyak umat Muslim yang ingin meningkatkan amal ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah Rajab. Tulisan ini akan membahas tata cara dalam berpuasa, khususnya perihal niat.
Menjalankan puasa di bulan ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penting untuk kita ingat bahwa puasa ini bersifat sunnah (anjuran), bukan sebuah kewajiban seperti puasa Ramadhan. Agar ibadah kita sah dan Allah terima, mari simak panduan lengkap niat puasa Rajab berikut ini.
Baca juga: Doa Rasulullah Ketika Memasuki Bulan Rajab
Bagaimana Cara Niat dalam Puasa Rajab?
Untuk puasa sunnah seperti Rajab, terdapat fleksibilitas dalam pembacaan niat, baik dilakukan pada malam hari maupun siang hari jika mendadak ingin berpuasa.
1. Niat Puasa Rajab di Malam Hari
Waktu terbaik untuk berniat adalah pada malam hari, dimulai dari tenggelamnya matahari (waktu Maghrib) hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Berikut adalah bacaan niatnya:
Bacaan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin:
Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Rajab di Siang Hari (Jika Lupa)
Berbeda halnya dengan puasa wajib (Ramadan), puasa sunnah (seperti Rajab) mempunyai keringanan bagi kita yang lupa berniat di malam hari. Selama kita belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, syariat memperbolehkan berniat di pagi atau siang hari sebelum masuk waktu Dzuhur.
Bacaan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْم عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa hari ini sebagai sunnah di bulan Rajab karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Doa Menjelang Bulan Rajab: Doa Keberkahan Bulan Rajab
Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan
Meskipun tidak ada jumlah hari spesifik yang diwajibkan, banyak ulama menyarankan untuk melaksanakan puasa Rajab pada hari-hari utama, seperti:
- Senin dan Kamis.
- Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah).
- Beberapa hari di awal, tengah, atau akhir bulan.
Tips Menjalankan Puasa Rajab agar Lebih Berkah:
- Menjaga Lisan: Hindari ghibah atau berkata buruk dan beberapa perkara yang menghapus pahala puasa agar pahala puasa tidak berkurang.
- Perbanyak Istighfar: Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan permohonan ampun.
- Perbanyak Baca Doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: ‘Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadan.’”
Baca juga: Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Agung Rajab
Kesimpulan
Mempersiapkan diri dengan menghafal atau mencatat niat puasa Rajab adalah langkah awal yang baik untuk menyambut kemuliaan bulan ini. Dengan mengikuti panduan di atas, baik niat malam hari maupun siang hari, semoga ibadah Anda berjalan lancar dan mendatangkan keberkahan.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





