Istilah “Till jannah” kini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya bagi para pengguna media sosial. Setiap kali ada kerabat, sahabat, atau figur publik yang beragama Islam yang melangsungkan pernikahan, ucapan ini hampir selalu membanjiri kolom komentar. Berdampingan dengan doa sakinah, mawaddah, wa rahmah, kalimat ini menjadi simbol harapan tertinggi dalam sebuah ikatan pernikahan.
Namun, apa sebenarnya makna dari ungkapan tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Makna Kata Till Jannah
Secara kebahasaan, till jannah merupakan gabungan dari dua bahasa yang berbeda:
Till (bahasa Inggris) artinya “sampai” atau “hingga”.
Jannah (bahasa Arab: جَنّة): artinya “surga”.
Secara harfiah, till jannah berarti “sampai ke surga” atau “hingga menuju surga”. Ungkapan ini merujuk pada harapan mendalam agar ikatan pernikahan tidak sekadar bertahan di dunia atau berhenti saat maut menjemput, melainkan berlanjut hingga ke kehidupan akhirat yang abadi.
Baca juga: Salah Satu Cara Allah Mencintai Nabi Muhammad
Ayat al-Quran yang Menjelaskan Bahwa Pasutri Akan Bersama di Surga
Islam menegaskan bahwa ikatan kasih sayang antara pasangan yang beriman tidak akan terputus oleh kematian. Salah satu landasan utamanya terdapat dalam Surat Ar-Ra’d ayat 23:
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ
” (Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka,”
Ibnu Katsir dalam karyanya, Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah Swt. akan mengumpulkan kembali orang-orang beriman dengan kekasih-kekasih mereka—baik orang tua, pasangan, maupun anak-anak—selama mereka termasuk golongan yang saleh untuk masuk surga.
Sebagai bentuk keagungan rahmat-Nya, Allah bahkan akan mengangkat derajat anggota keluarga yang berada di tingkat bawah menuju tingkat yang lebih tinggi, tanpa mengurangi sedikit pun derajat pihak yang berada di atasnya. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menyenangkan dan memuliakan pandangan mata (taqarra ‘ayunuhum) para penghuni surga. [Ismā‘īl bin ‘Umar bin Kasīr, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998), vol. 4, hal. 388.]
Syarat Pasutri Bisa Bersama di Surga
Hanya berstatus sebagai suami istri di dunia ternyata tidak cukup untuk menjamin kebersamaan di surga. Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menyimpulkan beberapa syarat utama yang wajib dipenuhi oleh pasangan:
Pertama, keimanan dan kesalehan kedua belah pihak
Baik suami maupun istri harus sama-sama menjaga akidah Islamiah dan beramal saleh. Kesalehan salah satu pihak saja tidak serta-merta menarik pihak lain jika pihak tersebut mengabaikan imannya.
Dalam kitab Taysir Al-Lathif Al-Mannan, Syaikh As-Sa’di seorang ulama madzhab Hanbali menegaskan bahwa sebab utama yang membawa manfaat pada hari kiamat adalah iman dan amal saleh. Berdasarkan hal itu, Allah mempertemukan kembali para mukmin yang saleh dengan pasangan dan keturunan mereka yang senada dalam keimanan. [‘Abd al-Raḥmān bin Nāṣir al-Sa‘dī, Taysīr al-Laṭīf al-Mannān, (t.p.: Nashrah Khāṣṣah bi al-Mu’allif, 2024). Vol. 1 hal. 362]
Kedua, saling mengakui dan menjalankan hak-kewajiban pasangan
Saling menghormati, tidak saling mengkhianati, dan senantiasa mengingat kebaikan pasangan adalah kuncinya.
Baca juga: Hukum Membaca Shalawat Nabi: Wajib Setiap Hari atau Cukup Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasan Ulama!
Landasan Hadis Perihal Syarat Masuk Surga Bersama Istri
Keutamaan pasangan yang saling menunaikan hak dan berakhlak mulia ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabir:
Dari Maimunah ra., Rasulullah saw. bersabda mengenai kemuliaan seorang istri yang taat dan menjaga hak suaminya, kemudian beliau melanjutkan:
فإن كان زوجها مؤمنا حسن الخلق فهي زوجته في الجنة وإلا زوجها الله من الشه
“Maka jika suaminya seorang yang beriman dan berakhlak baik, dialah (tetap) menjadi suaminya di surga. Jika tidak, maka Allah akan menikahkannya dengan para syuhada.”
Kesimpulan
Mewujudkan pernikahan till jannah membutuhkan ikhtiar aktif dari kedua belah pihak. Till jannah adalah komitmen untuk saling menuntun dalam ketakwaan, menjaga akhlak, serta bahu-membahu membina rumah tangga di atas pondasi iman.
Semoga Allah Swt. mengumpulkan kita beserta pasangan dan keluarga tercinta dalam naungan surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
