Tentang Meniti Jalan lmu

Kewajiban Menghormati Ilmu dan Guru

Kewajiban Menghormati Ilmu dan Guru | Seseorang tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan dapat mengambil manfaatnya, tanpa mau menghormati ilmu dan guru. Karena ada yang mengatakan bahwa orang-orang yang telah sukses, ketika mereka menuntut ilmu itu sangat menghormati ilmu dan gurunya. Dan orang-orang yang tidak berhasil dalam menuntut ilmu, penyebabnya karena mereka tidak mau…

Lanjutkan
Memilih Ilmu

Cara Memilih Ilmu, Guru, dan Teman

Dalam mencari ilmu, seseorang seharusnya memilih ilmu pengetahuan yang paling baik atau paling cocok dengan dirinya. Pertama-tama yang perlu dipelajari oleh seseorang adalah ilmu yang paling baik, dan yang diperlukannya dalam urusan agama pada saat itu. Kemudian baru ilmu-ilmu yang diperlukannya pada masa yang akan datang. Ilmu tauhid harus didahulukan, supaya santri mengetahui sifat-sifat Allah…

Lanjutkan

Kompetisi Perspektif Ulama Salaf

Kompetisi Perspektif Ulama Salaf Dunia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Modernisasi mengharuskan kita untuk berkompetisi. Kompetisi membikin pekerjaan lebih dinamis dan mampu memberikan dorongan agar terus tergerak maju. Kompetisi membuat inovasi-inovasi baru untuk perubahan dalam peradaban manusia. Perihal kompetisi ini—ketika membuka fakta di lapangan—seringkali dimaknai sebagai persaingan yang memunculkan gerak tidak sehat. Ini ditenggarai kuatnya…

Lanjutkan
Menjadikan Musibah Sebagai Wasilah

Menjadikan Musibah Sebagai Wasilah

Menjadikan Musibah Sebagai Wasilah | Dikisahkan dari kitab Kifayatul Awam buah karya dari Syaikh Muhammad Fudhali, bahwa Nabi Musa As. pernah sakit gigi dan mengaduakn hal ini kepada Allah. Mendengar keluhan Nabi Musa, Allah memerintahkannya untuk mengambil sejenis rumput di tempat yang telah ditentukan untuk diletakkan di atas giginya yang sakit. Nabi Musa melaksanakan apa…

Lanjutkan
Agama dan Kebudayaan; Tidak Perlu Dibenturkan

Menumpang Adat Menyisipkan Islam

Kesenian tradisi yang masih hidup di pulau Jawa, serupa napas bagi masyrakatnya, menghidupi dan terus hidup dalam berbagai fase zaman dan karakteristik masyarakat yang berubah. Itu semua karena “Setiap orang pada esensinya adalah seniman.” Kata Joseph Beuys, seorang seniman Jerman. Pernyataan di samping juga diperkuat dengan apa yang disampaikan oleh Dalang kondang Ki Seno Nugroho…

Lanjutkan
Membedah Cakrawala Ilmu

Cakrawala Ilmu Perguruan Tinggi

Banyak Mahasiswa atau Mahasantri belum dapat memaksimalkan kegiatan belajarnya di perguruan tinggi mereka.  Penyebabnya adalah dalam perguruan tinggi hanya memfasilitasi kaidah-kaidah penting atau kuncinya saja, belum dapat membuka cakrawala ilmu yang begitu luas. Jika menengok realitas dari para lulusan pesantren dan sesamanya—banyak ditemukan—mereka merasa cukup dengan kunci-kunci tersebut. Padahal ketika hanya berpijak pada kunci-kunci itu,…

Lanjutkan

Urgensi Ukhuwah Hadapi Pandemi (Bagian 2)

Baca Sebelumnya: Urgensi Ukhuwah Hadapi Pandemi (Bagian 1) Pemahaman al-Ghozali disokong oleh hadits lain riwayat Aisyah, yang berbunyi “orang yang lari dari wabah tho’un seperti orang yang lari dari medan pertempuran” (HR. Muslim). Dan maklum, larangan kabur dari medan perang adalah karena melukai hati Muslimin dan membiarkan mereka binasa.             Padahal, lanjut al-Ghozali, seharusnya Muslimin…

Lanjutkan

Urgensi Ukhuwah Hadapi Pandemi (Bagian 1)

Pandemi covid-19, berdampak penerapan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) serta larangan mudik hari raya yang ditetapkan pemerintah. Meski pembatasan ruang gerak telah sesuai protokol  kesehatan, namun tetap terasa berat dan ganjil tersekat, jauh dari kampung halaman, keluarga, tetangga, teman, dan saudara seagama. Banyak batin orang berkecamuk menyoal penghidupan dirinya dan orang yang dinafkahi…

Lanjutkan