Dari Kasidah Ka’ab Hingga Maulid Nabi

Kebencian bisa berubah sepenuhnya menjadi rasa cinta. Kita bisa saja membenci seseorang, benci dengan amarah yang membara dan menjadi-jadi, namun esoknya rasa benci itu berubah drastis. Menjadi cinta dan rindu. Syahdan, Sahabat Ka’ab bin Zuhair RA. Saat itu belum masuk islam. Jangankan masuk islam, mengenal islampun tidak. Ia hanya mendengar kata “islam” dari kawan-kawan yang…

lanjutkan

Senandung Burdah di Bulan Lahirnya Sang Pencerah

Qasidah Burdah; siapa yang tak mengenal kasidah ini? Sering kita dengarkan orang bermunajat, dan memohon doanya terkabul lewat wasilah kasidah ini. Terasa sejuk kala mendengar orang berdoa, lalu menyisipkan bait syair ini dalam doanya; يِا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا      ۞     وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ Wahai Tuhanku, dengan wasilah Al-Musthafa (Muhammad SAW) sampaikanlah…

lanjutkan

Syahdu Berdendang dengan Rima Burdah

Antum tentu tahu Kasidah Burdah. Kasidah karya monumental Imam al-Bushiri ini berisi 160 bait syair. Setiap ujung baitnya (adhdhurub) diakhiri huruf mim dengan bunyi serupa. Sebuah pilihan salah satu unsur badhi’ lafdziy (seni penggubahan syair) yang dinilai sangat istimewa, yang kemudian membuat Kasidah Burdah juga dikenal dengan Qosidah Mimiyah. Dalam sastra Arab, persamaan bunyi semacam ini disebut sajak atau…

lanjutkan