Bulan Rabiulawal identik dengan kelahiran baginda Nabi Muhammad saw. Namun, tahukah Anda? Kelahiran manusia paling mulia ini tidak seperti kelahiran manusia pada umumnya. Sejumlah riwayat menyebutkan berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi bersamaan dengan kelahiran beliau.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah dan kemuliaan Rasulullah saw. Berikut tiga peristiwa ajaib yang disebutkan dalam sejumlah riwayat.
Baca juga: Akhlak Mencintai Rasulullah: Belajar dari Abdullah bin Umar
1. Kerajaan Kisra Berguncang dan Api Persia Padam
Malam kelahiran Rasulullah saw. bukanlah malam biasa. Pada malam tersebut, terjadi sejumlah peristiwa yang menggemparkan dunia Persia.
Diceritakan bahwa Kerajaan Kisra berguncang, hingga empat belas serambinya runtuh. Tidak hanya itu, api Persia yang selama seribu tahun tidak pernah padam tiba-tiba padam. Danau Sāwah pun dikisahkan mengering.
Dalam Syarh az-Zurqani ‘ala al-Mawahib al-Ladunniyyah disebutkan:
«لما كانت الليلة التي ولد فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم ارتجس إيوان كسرى وسقطت منه أربع عشرة شرفة، وخمدت نار فارس ولم تخمد قبل ذلك بألف عام وغاضت بحيرة ساوة»
“Ketika malam kelahiran Rasulullah saw. tiba, Iwan Kisra berguncang dan empat belas serambinya runtuh. Api Persia padam, padahal sebelumnya api tersebut tidak pernah padam selama seribu tahun. Danau Sāwah pun mengering.”
Adapun Danau Saawah merupakan sebuah danau yang dahulu berada di wilayah Persia, yang kini termasuk wilayah Iran. Letaknya disebut berada di antara Ar-Rayy (Rey), sekitar 12 km di sebelah selatan Teheran, dan Hamathaan (Hamazan).
Baca juga: Kisah Abu Lahab Mendapat Keringanan karena Bahagia atas Kelahiran Nabi
2. Cahaya Memancar saat Kelahiran Nabi saw.
Peristiwa luar biasa berikutnya berkaitan langsung dengan kelahiran Rasulullah saw.. Dalam sebuah riwayat dari Utsman bin Abi al-‘Ash, disebutkan bahwa ibunya menyaksikan kelahiran Rasulullah saw.
Ia berkata:
أَنَّهَا شَهِدَتْ وِلَادَةَ آمِنَةَ بِنْتِ وَهْبٍ رَسُولَ اللهِ، ﷺ لَيْلَةَ وَلَدَتْهُ. قَالَتْ: فَمَا شَيْءٌ أَنْظُرُ إِلَيْهِ فِي الْبَيْتِ إِلَّا نُورٌ، وَإِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَى النُّجُومِ تَدْنُو حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ: لَيَقَعْنَ عَلَيَّ
“Ibuku menceritakan kepadaku bahwa ia menyaksikan kelahiran Rasulullah saw. dari rahim Aminah binti Wahb, pada malam ketika beliau dilahirkan. Ia berkata: ‘Tidak ada sesuatu pun yang aku lihat di dalam rumah kecuali dipenuhi cahaya. Sungguh, aku melihat bintang-bintang mendekat hingga aku berkata, ‘Sungguh, bintang-bintang itu hampir saja jatuh menimpaku.’”
Riwayat ini menggambarkan suasana kelahiran Rasulullah saw. yang diselimuti cahaya. Bukan sekadar cahaya dalam pengertian biasa, tetapi sebuah peristiwa luar biasa yang disaksikan oleh orang yang berada di sekitar Aminah ketika melahirkan beliau.
Baca juga: Bilal bin Rabah dan Azan yang Membuat Madinah Menangis
3. Cahaya yang Menerangi Bushra di Negeri Syam
Riwayat lain bahkan menyebutkan bahwa cahaya tersebut tidak hanya dirasakan di sekitar tempat kelahiran Nabi saw. Cahaya itu disebut menerangi Bushra, sebuah wilayah di negeri Syam.
Ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. tentang dirinya, beliau bersabda:
أَنَّهُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنَا عَنْ نَفْسِكَ، فَقَالَ: «دَعْوَةُ أَبِي إِبْرَاهِيمَ، وَبُشْرَى عِيسَى، وَرَأَتْ أُمِّي حِينَ حَمَلَتْ بِي أَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُورٌ أَضَاءَتْ لَهُ بُصْرَى وَبُصْرَى مِنْ أَرْضِ الشَّامِ»
“Para sahabat Rasulullah saw. berkata, ‘Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang dirimu.’ Beliau bersabda:
‘Aku adalah hasil dari doa ayahku, Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan Isa. Ketika ibuku mengandungku, ia melihat seolah-olah keluar darinya sebuah cahaya yang menerangi Bushra. Dan Bushra merupakan bagian dari wilayah Syam.’” Riwayat ini memberikan gambaran yang begitu indah: kelahiran Rasulullah saw. disertai cahaya yang menjadi tanda kemuliaan beliau. Bahkan, cahaya tersebut disebut menerangi Bushra, sebuah wilayah yang berada jauh dari Makkah
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
