Gemerlap Aqsha dan Maqdis, Dulu.

Gemerlap al-Aqsha dan al-Maqdis, Dulu.

Seperti Kaʻbah, Masjid al-Aqsha pertama kali didirikan oleh Nabi Adam as. (6216 SH/+5591 SM) atas perintah Tuhan. Empat puluh tahun setelah mendirikan Kaʻbah, Nabi Adam as. meletakkan dasar-dasar dan batas-batas Baitul Maqdis. Namun, pada peristiwa Ṭūfān (banjir besar pada era Nabi Nuh as. [+3949 SM]) yang menenggelamkan seluruh permukaan bumi, dasar dan batas kedua masjid…

Lanjutkan
Tradisi haji dalam budaya terdahulu

Islam Adalah Kepatuhan

Fiqh secara khusus, dan syari’at islam secara umum adalah derivasi praktikal dari Alquran dan hadis. Kita sebagai pemeluk agama islam tidak serta merta mampu melepaskan kesinambungan itu secara mutlak. Sebab bagaimanapun juga, fiqh membutuhkan Alquran dan hadis sebagai harga mati untuk acuan pertama. Kitapun dalam bersyari’at butuh akan bimbingan Nabi Muhammad SAW. Dan beliau sebagai…

Lanjutkan

Paradigma Dakwah Islamiah

Urgensitas dakwah dalam penyebaran dan perkembangan agama Islam merupakan suatu hal nyata yang tidak dapat terbantahkan. Keberadaan dakwah sebagai ujung tombak eksistensi agama Islam menjadikannya memiliki tempat tersendiri di hati umat Islam. Sebagai salah satu aktivitas yang memegang peran penting dalam Islam, tidak diragukan lagi bahwa diskursus mengenai dakwah banyak ditelaah dan dibahas dalam beberapa…

Lanjutkan

Tarbiyyah Nabi

Nabi  Muhammad SAW mengemban tugas berat sebagai nabi dan rasul terakhir. Beliaulah yang akhirnya membawa cahaya islam menyebar ke seantero dunia, menjadi penerang saat gelap gulita. Tidak mudah membawa panji amanat ini. Dan karena itu pulalah, beliau tidak secara “tiba-tiba” dan mendadak langsung menjadi utusan-Nya. Beliau baru diangkat menjadi rasul pada usia yang ke-empat puluh….

Lanjutkan
bulan di hari tasyriq

Revitalisasi Peristiwa Isra’ dan Mi’raj

Dalam kitab Tafsir At-Thobari, peristiwa Isra’ dan Mi’raj diartikan sebagai peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekah menuju Masjid Al-Aqsha di Baitul Muqoddas (Jerusalem), lalu dilanjutkan dengan perjalanan dari Qubbah As-Sakhrah menuju Sidratul Muntaha (akhir penggapaian).[1] Kronologi tersebut sebenarnya sudah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Alqur’an: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ…

Lanjutkan

Maklumat Syuriah PWNU Jawa Timur

Berikut Maklumat Syuriah PWNU Jawa Timur yang disampaikan Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH. M. Anwar Iskandar di tengah-tengah acara Istighotsah Kubro dalam rangka Hari Lahir ke-94 Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad pagi (09/04). Nomor: 1671/PW/Syur/IV/2017 1. Menjaga agama (hifdz al-din) dari hal-hal yang bisa merusaknya, mulai darikeyakinan, ucapan, hingga perbuatan, adalah…

Lanjutkan
Tradisi haji dalam budaya terdahulu

Implementasi Metode Pemikiran Aswaja

Sejarah kehidupan yang telah dibangun oleh manusia telah menghasilkan peradaban, kebudayaan, dan tradisi. Tiga hal tersebut merupakan perwujudan karya dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan kehidupan yang dihadapinya dalam lingkup wilayah tertentu. Suatu bangsa yang membangun kebudayaan serta peradaban akan selalu cocok dan sesuai dengan nilai-nilai tradisi serta prinsip sosial yang dianut. Semuanya akan…

Lanjutkan

Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia yang terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Dari beberapa malam di dalamnya, malam Nisfu Sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Pada malam yang bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban tersebut, Allah SWT menetapkan segala keputusan yang berhubungan dengan urusan manusia, baik yang berhubungan dengan kematian, rizki,…

Lanjutkan
Sejarah Adzan; Awal Mula Terjadinya Adzan

Keramahan Agama Islam

Mudah saja mendefinisikan agama sesuai dengan persepsi masing-masing. Agama secara luas bisa bermakna “berbagai hal”, bagi setiap individu. Ada yang mendefinisikan agama dengan deskripsi singkat, “sebuah kebutuhan”. Ada yang mendefiniskan dengan ramah, “ajaran yang membawa kepada ketenangan dan tujuan hidup”. Tapi ada juga yang mendefinisikan dengan marah, “sebuah candu”. Terlepas dari semua definisi dan ta’rif,…

Lanjutkan

Demi Informasi Global, Pentingkah Tabayun?

Kabar (khabar), meskipun ia bisa saja memiliki nilai kebenaran absolut, semisal Al-Quran, ia di tempat lain bisa saja memuat kesalahan, semisal berita-berita dari mulut ke mulut yang sering kita dengar[1]. Kabar, dengan mengecualikan Al-Quran dan Hadits terpilih, selalu bernilai ambigu: salah atau benar. Ambiguitas inilah yang menjadi viral dan obrolan penting akhir-akhir ini. Bantuan modernisasi,…

Lanjutkan