33 Tahun Mondok ‘Hanya’ Dapat 8 Ilmu?

Hatim al-Asham, seorang wali agung suatu ketika ditanya oleh guru besarnya, Syekh Syaqiq al-Balkhy. “Sejak kapan kau belajar kepadaku di sini?” “Sejak tiga puluh tiga tahun yang lalu” jawab Hatim. “Diwaktu selama itu, apa saja yang kau pelajari dari ku?” “Ada delapan hal” Deg, gurunya kaget. “innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ku habiskan umurku bersamamu…

Lanjutkan

KH. Masdain: Kelucuan Mbah Mahrus Aly

KH. Mahrus Aly sering mengadakan istighotsah-istighotsah, sebelum banyak yang mengadakan. Pernah suatu ketika beliau hendak pergi untuk menghadiri acara istighotsah di Mojokerto dan saya diajak oleh Gus Zamzam(putra KH. Mahrus Aly). KH. Mahrus Aly kenal dengan saya dan tahu rumah saya di Mojokerto. Dalam perjalanan, jika beliau menginginkan naik mobil cepat untuk sampai ketempat tujuan,…

Lanjutkan

Kisah Penghormatan Imam Malik Kepada Rasulullah Saw

Imam Abdullah bin Mubarok bercerita: “Saya berada di samping imam Malik, dan beliau sedang membacakan Hadits. Kemudian, tiba-tiba beliau disengat kalajengking sebanyak 16 kali. Wajah beliau berubah menjadi pucat kekuningan, namun beliau tidak memutus bacaan Hadits Rasulullah Saw. Setelah beliau selesai dari majlis pengajian dan orang-orang telah pergi, aku berkata kepadanya: ‘Wahai Abu Abdillah, sungguh…

Lanjutkan

Aktivitas Sahabat Nabi Saat Berziarah

Saat kecil _bahkan menjadi kebiasaan hingga sekarang_ kita sering diajak bapak pergi ziarah ke makam leluhur, berangkat menjelang petang di hari kamis dengan membawa  peralatan seperti belati dan sapu untuk membersihkan makam, juga tidak luput membawa bunga beraneka macam yang dibeli di pinggir jalanan. Sampai disana sebelum merapalkan kalimat-kalimat suci kita bersihkan rerumputan yang menyelimuti…

Lanjutkan

KH. Aqib Abu Bakar: Pesan Mbah Manab, Jangan Pernah Meremehkan Kitab Kecil

Di Lirboyo, saya pernah ikut ngaji kitab Tasywiqul Khallan jika diartikan adalah kerinduan yang mendalam yang dapat membuat teman-teman mudah mempelajari ilmu. Tasywiq itu syarah kitab Jurumiah. Menurut pandangan Mbah Manab, walaupun Jurumiyah itu kitab kecil (tipis), kita tidak boleh menyebut kitab kecil. Misalnya kamu di sana ngaji apa? Ngaji Jurumiyah. Jangan mengatakan Jurumiyah….! Seakan…

Lanjutkan

Tentang Ya’fur, Keledai Rasulullah Saw

Imam as-Suyuthi meriwayatkan dari Ibnu Asakir, dari Abi Mandhur, ia berkisah: “Ketika Rasulullah Saw. menaklukkan kota Khoibar, Beliau mendapatkan keledai hitam. Rasulullah berdiri di depannya seraya mengajaknya bicara. Beliau bertanya: ‘Siapa namamu?’ Keledai itu menjawab: ‘Namaku Yazid bin Syihab. Allah Swt, mengeluarkan keturunan dari kakekku sebanyak 60 ekor keledai, semuanya tidak dikendarai kecuali oleh seorang…

Lanjutkan

Memahami Arti Hari Ibu

Sejarah adanya Hari Ibu di Indonesia tepat pada tanggal 22 Desember, ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 yang menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Peranan ibu dalam kehidupan seseorang tidak bisa digambarkan lagi. Sejak mengandung, melahirkan, sampai anak itu dewasa, ibu merupakan sosok yang tidak pernah…

Lanjutkan

Dahsyatnya Doa Ibu

Nabi Musa suatu ketika menanyakan kepada Allah Swt. “Ya Rabb, siapa nanti yang menemaniku di surga?” Allah Swt. menjawab, “Yang menjadi temanmu di surga adalah orang yang pertama kali lewat.” Penasaran dengan orang yang dimaksud, beliau menunggu di depan rumah, siapakah orang yang pertama kali lewat. Nabi Harun kah? Para sahabat beliau kah? Tidak lama…

Lanjutkan
perayaan maulid nabi muhammad saw

Ka’ab bin Zuhair: Penghina Rasulullah Saw. yang Termaafkan

Pernah suatu ketika, Rasulullah Saw. mendapatkan hinaan dan cacian yang merendahkannya dari seseorang yang bernama Ka’ab bin Zuhair. Bahkan  Ka’ab bin Zuhair memprovokasi orang-orang di masa itu untuk melawan Rasulullah Saw. Ia tak membuka pintu sedikitpun, untuk paling tidak membuktikan apakah kalimat-kalimat yang ia ciptakan ada benarnya. Ia bersyair, sebagai orang yang belum tahu kebenaran…

Lanjutkan

Ketika Syair Cinta Ditukar Jubah Kekasih

Beberapa waktu lalu, KH. Said Aqil Siraj, ketua Umum PBNU yang juga mutakharij Pondok Pesantren Lirboyo, melakukan hal istimewa di tayangan live di salah satu stasiun televisi swasta. Beliau membeberkan bagaimana perjuangan Nahdlatul Ulama untuk kukuh dalam merawat persatuan dan perdamaian bangsa. Nahdlatul Ulama ingin rasa kebencian yang mulai merasuki masyarakat Indonesia, hilang dan berganti…

Lanjutkan