Pentingnya Pengakuan dari Guru

Pada saat tiga atau empat hari sebelum wafat, KH. Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya. Sambil menangis beliau mengeluarkan kata-kata. “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil). Permintaan doa ini sangat mengherankan. Biasanya permintaan…

Lanjutkan

Kisah Bal’am bin Ba’ura: Ahli Hikmah yang Berakhir Tanpa Iman

Bal’am adalah seorang ahli hikmah yang hidup di zaman Nabi Musa a.s. Alkitab menyebutnya sebagai Bileam bin Beor. Para ahli tafsir Alquran menyebutnya Bal’am bin Ba’ura/Ba’ur. Di dalam Alquran sendiri tidak ada ayat yang menyebutkan namanya. Tapi, ada satu ayat yang menurut banyak pakar tafsir ditujukan pada Bal’am. Allah Swt. berfirman: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي…

Lanjutkan

KH. Muhsin Ghozali: Tiga Tipologi Orang Mondok dan Kesan Mendalam Terhadap KH. Mahrus Aly

Menurut analisa saya ketika ngaji tafsir kepada Mbah Juki (KH. Marzuqi Dahlan) bahwa orang mondok itu ada tiga komponen: terdiri dari akal, pikiran, dan jasad. Jika yang mondok hanya jasadnya, sedangkang akalnya tidak, maka dia taat dengan peraturan tetapi malas belajar. Jika yang mondok akalnya, maka dia selalu belajar, tetapi suka melanggar peraturan dan malas…

Lanjutkan

Rahasia di Balik Makam Umar Ra. yang Bersandingan dengan Makam Rasulullah Saw.

Tatkala ajal akan menjemputnya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab Ra. menyuruh anaknya, Abdullah, untuk menemui istri Rasulullah Saw., sayyidah ‘Aisyah. “Pergilah kepada Ummul Mukminin ‘Aisyah Ra. dan katakanlah bahwa Umar menyampaikan salam untukmu. Jangan kamu mengatakan Amirul Mukminin karena sekarang saya bukan Amirul Mukminin. Katakan Umar bin Khattab meminta izin untuk dikubur bersama kedua sahabatnya…

Lanjutkan

Maulid Sebagai Ekspresi Kegembiraan

Perintah bergembira atas kehadiran Rasullulah Saw di muka bumi ini datang langsung dari Allah Swt, melalui firmannya: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(QS. Yunus:58) Menurut sahabat Ibnu Abbas Ra, pakar tafsir…

Lanjutkan

KH. Masdain: Metode ngajar Mbah Marzuqi

Metode belajar yang dipakai oleh KH. Marzuqi dahlan adalah metode klasik, seperti memaknai dengan sistem mubtadak-khabar. Saya dan Gus Bahru disuruh membaca kemudian di-maknai lalu di-tarkib. KH. Marzuqi Dahlan tidak menyuruh untuk menerangkan. Kemudian KH. Marzuqi Dahlan membaca kembali dan di-Murodi. KH. Marzuqi Dahlan dalam membacakan kitab dan memaknai tidak perlu di-murodi seperti halnya para…

Lanjutkan

Kala Al-Ghazali Berbicara Perihal Cinta

Imam Ghazali nampaknya menjadi salah satu penggemar terberat Rabiah Adawiyah. Kalau saja ia hidup di zaman sekarang, bukan tidak mungkin dia akan bikin semacam fanbase buat Rabiah. Betapa tidak. Ia bahkan mengutip rangkaian syair Rabiah di kitabnya yang paling monumental: Ihya Ulumuddin. Ia tak akan mengutip syair itu jika lariknya tak benar-benar penting baginya. Pertama,…

Lanjutkan

KH. Ilham Nadzir: Ngaji pada KH. Marzuqi Dahlan Seperti Minum Madu Murni

Kesederhanaan KH. Marzuqi Dahlan yang saya tahu tidak pernah berdandan (gak tahu macak, blas). Aktifitas keseharian beliau mengaji ke daerah Jampes dengan hanya bersepeda ontel (sepeda kuno tempo dulu). Bannya masih berupa ban ungkul (ban sepedanya terbuat dari karet utuh), sadel sepedanya yang  jengat dengan hanya diberi lilitan tali. Beliau juga suka berziarah ke makam-makam…

Lanjutkan

KH. Muhammad Subadar: Empat Dunia KH. Marzuqi Dahlan dan KH. Mahrus Aly

Baik Kiai Marzuqi maupun Kiai Mahrus, keduanya sama-sama hebat dan ampuh, tetapi sedikit berlainan. Kalau saya simpulkan, dunia Kiai Marzuqi ada empat : mihrab atau pengimaman, kitab, tamu, dan keluarga. Beliau itu jarang sekali tinda’an kemana-mana. Seiap harinya tak lepas dari baca kitab  meskipun kitab yang dibaca telah khatam berkali-kali. Kiai Marzuqi juga sangat menghormati…

Lanjutkan