Khutbah Jumat: Kembali kepada Allah Sebelum Kesempatan Tertutup

Khutbah Kembali Kepada Allah

Tulisan ini mengajak kita untuk sejenak menengok kembali ke dalam kedalaman jiwa, dan menyadari betapa ringkihnya keberadaan kita di muka bumi. Selama napas masih berhembus dan jantung masih berdetak, pintu ampunan Allah senantiasa terbuka lebar. Setiap langkah bertobat dan kesadaran untuk kembali kepada-Nya adalah jalan meraih kedamaian hakiki serta kemuliaan di akhirat kelak. Mari kita pelajari caranya dengan membaca khutbah berikut:

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيمِ التَّوَّابِ، غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ. خَلَقَ الْإِنْسَانَ لِعِبَادَتِهِ، وَجَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ كَسْبٍ وَعَمَلٍ، وَالْآخِرَةَ دَارَ جَزَاءٍ لِلْعِقَابِ وَالثَّوَابِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ. ﴿الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ﴾.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ. وَاعْلَمُوا أَنَّ هٰذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا دَارُ مَمَرٍّ، وَأَنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ.

Baca juga: Khutbah Jumat: Istikamah, Teguh di Jalan Allah hingga Akhir Hayat

Hadirin rahimakumullah,

Kita sering kali terjebak dalam riuk-pikuk rutinitas harian, mengejar angan-angan yang tak pernah ada habisnya, hingga tanpa sadar kita menganggap dunia ini sebagai tempat tinggal yang abadi. Padahal, dunia hanyalah sebuah jembatan penyeberangan, tempat kita mengumpulkan bekal, sementara akhirat adalah muara tempat kita menetap selamanya.

Allah Swt. mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar tidak terpedaya oleh indahnya perhiasan duniawi:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia menipu kamu dan janganlah setan yang pandai menipu, menipu kamu tentang Allah.” (QS. Fatir: 5)

Rasulullah saw. secara khusus mengajarkan kita bagaimana menyikapi kedudukan diri kita di dunia ini. Ibnu Umar r.a. menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah memegang kedua pundaknya seraya bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seorang pengembara yang sekadar melintas.” (HR. Bukhari)

Begitu pula Rasulullah saw. menegaskan pentingnya mengambil kesempatan sebelum segalanya terlambat melalui sabdanya:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ. وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. masa mudamu sebelum masa tuamu. Sehatmu sebelum sakitmu. Kayamu sebelum miskinmu. Waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Betapa banyak di antara kita yang lalai dan terbuai oleh kesehatan serta masa muda. Kita merasa kematian masih sangat jauh, hingga tiba-tiba tubuh yang tadinya bugar mendadak terkulai lemas di atas ranjang pesakitan.

Bayangkanlah saat-saat itu. Ketika tubuh mulai melemah, rasa lezatnya makanan mendadak hilang, dan gelak tawa bersama kawan tak lagi mampu menghibur jiwa. Di saat itu, seseorang mulai memandang sekelilingnya dengan penuh penyesalan. Ia teringat akan umur yang ia sia-siakan, harta yang ia kumpulkan namun tak bisa ia bawa, serta rumah megah yang harus ia tinggalkan. Hatinya teriris membayangkan anak-anak yang ditinggalkan, sementara jiwanya diliputi ketakutan akan dosa-dasa masa lalu. Saat obat tak lagi sanggup menyembuhkan dan dokter mengangkat tangan, barulah timbul penyesalan yang terlambat.

Allah Swt. menggambarkan tersingkapnya kelalaian itu dalam firman-Nya:

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكُ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

“Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup (matamu), sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.” (QS. Qaf: 22)

Tidak hanya itu, berapa banyak pula saudara-saudara kita yang dipanggil oleh Allah secara mendadak—tanpa didahului sakit atau tanda-tanda? Kematian datang menyergap bagaikan binatang buas menerkam mangsanya, memutus segala rencana dan impian dalam sekejap mata.

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu kamu lari darinya.” (QS. Qaf: 19)

Baca juga: Khutbah Jum’at: Bekerja Menafkahi Keluarga Sama Dengan Beribadah

Maka renungkanlah, wahai kaum muslimin:

Orang yang berbahagia adalah ia yang senantiasa merasa diawasi oleh Rabbnya, menahan dirinya dari godaan maksiat, dan bergegas menanam benih-benih kebaikan sebagai penghibur di alam kubur nanti. Selama pintu tobat masih terbuka lebar dan napas masih diizinkan berhembus, kembalilah kepada Allah. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya.

Allah Swt. memanggil kita dengan penuh kasih sayang:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)  

بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Baca juga: Khutbah Jum’at: Sejenak Mensyukuri Nikmat yang Allah Berikan

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْبَاقِي عَلَى الدَّوَامِ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita periksa kembali arah langkah hidup kita. Sudahkah hari-hari yang kita lewati mendekatkan diri kita kepada Allah, atau justru makin menjauhkan kita dari-Nya? Evaluasilah diri kita sebelum datang Hari Perhitungan, di mana tak ada satu pun rahasia yang dapat tersembunyi.

Mari kita berdoa bersama, memohon agar Allah mengaruniakan kita akhir hidup yang husnul khatimah dan mengumpulkan kita bersama hamba-hamba-Nya yang beruntung.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِمِ الصَّلاَةَ.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses