Dalam rangka Acara 10.000 Canting Batik Ponpes Lirboyo yang merupakan rangkaian Festival Santri Nusantara 2026 M., panitia melaksanakan persiapan pada Rabu malam Kamis, 07 Oktober 2026 M. di Lapangan Barat Aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Dalam persiapan ini, panitia bersama 300 tenaga bantu yang terdiri dari Mahasantri Ma’had Aly Semester IV terjun langsung guna menyiapkan kebutuhan untuk Acara Pemecahan Rekor MURI 10.000 Canting Batik Dalam Rangka Festival Santri Nusantara pada Hari Kamis, 08 Oktober 2026 M. atau pagi harinya.
Persiapan-persiapan tersebut meliputi:
– Memasang karpet di lokasi acara;
– Menata kompor dan wajan untuk membatik;
– Memasang tali pembatas untuk memetakan kelompok dan regu canting;
– Memasang plakat regu dan nomor.
Sedangkan untuk tata kerja dari 300 orang tadi, terbagi menjadi 3 divisi:
– Pertama, divisi kain dan kompor. Bertugas pada malam hari menyiapkan keperluan yang ada;
– Kedua, divisi koordinator regu yang bertugas keesokan paginya mengkoordinir tiap regu pembatik;
– Ketiga, divisi konsumsi yang bertanggung jawab membagi konsumsi untuk seluruh peserta canting batik.
Baca juga: Pembukaan Bazar Santri Dalam Rangka Festival Santri Nusantara 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo
Semangat Tenaga Bantu Sukseskan Acara
Persiapan berlangsung mulai pukul 11.00 WIs. malam, tepat di depan panggung yang nantinya akan menjadi tempat Lirboyo Bersholawat Bersama Habib Syech. Para panitia beserta tenaga bantu berkumpul di area Lapangan Barat Aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo untuk mendapatkan pengarahan dan pembagian tugas masing-masing. Setelah itu, tenaga bantu menyebar secara terorganisir di posisi mereka. Semangat para tenaga bantu tampak berkobar-kobar meski malam itu udara Kota Kediri masih mengundang angin dingin.
Hal itu diungkapkan oleh Muhammad Ulin Niam, Mahasantri Semester 3-4. Dalam wawancaranya, ia mengungkapkan antusiasnya bersama teman-teman dalam membantu suksesnya acara pemecahan rekor MURI 10.000 Canting Batik besok.
“Semoga acara pada besok hari bisa sampai selesai dan tujuannya untuk memecahkan rekor MURI semoga bisa berhasil.” Ucap pria asal Magelang tersebut.
Baca juga: Jelang Lirboyo Bersholawat, Panitia Berziarah ke Maqbarah Kesepuhan dan Syekh Mursyad Landean
10.000 Canting Batik Pertama di Lirboyo
Perlu diketahui bahwa penyelenggaraan 10.000 Canting Batik kali ini merupakan pertama kalinya di Lirboyo.
“Alhamdulillah, Menjadi bagian dari panitia pelaksanaan 10.000 Canting Batik dalam rangka Festival Santri Nusantara di Pondok Pesantren Lirboyo merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan berharga bagi kami. Sebagai panitia yang untuk pertama kalinya mengadakan kegiatan dengan skala sebesar ini, tentu banyak hal yang menjadi proses pembelajaran bagi kami, mulai dari tahap persiapan, koordinasi, hingga pelaksanaan di lapangan.” Tutur Bapak Mohammad Iqbal Falahy Yahya, selaku Panitia Pelaksana 10.000 Canting Batik.
Koordinasi Jauh-jauh Hari
Selain persiapan pada malam ini, jauh-jauh hari sebelumnya panitia juga sudah melakukan beberapa kali koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menyukseskan acara 10.000 Canting Batik tersebut.
Seperti, koordinasi dengan Pengurus Pusat Ma’had Aly Semester IV untuk menerjunkan 300 tenaga bantu. Selain itu, panitia juga berkoordinasi dengan Pengurus Pusat tingkat Tsanawiyah, Aliyah, Ma’had Aly, guna memobilisasi 10.000 peserta dari masing-masing perwakilan. Tak lupa, panitia juga melakukan sosialisasi terkait teknis pencantingan batik. Seperti ketentuan bahwa ketika membatik, goresan malam harus presisi, rapi, konsisten, dan tidak ada noda berlebih yang mengotori kain.
Lebih jauh panitia berharap agar pelaksanaan acara kali ini bisa menjadi ikhtiar untuk melestarikan budaya batik kepada khalayak luas
“Harapan kami, kegiatan 10.000 Canting Batik ini tidak berhenti sebagai sebuah acara atau sekadar pencapaian rekor, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenalkan, menjaga, dan melestarikan budaya batik kepada generasi muda, khususnya para santri. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama hari ini menjadi kenangan baik, membawa manfaat, dan menjadi langkah awal bagi lahirnya kegiatan-kegiatan kebudayaan yang lebih besar di masa mendatang.” Demikian tutur pria asal Purwoasri, Kediri tersebut.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
