Doa Ketika Merasa Takut Dalam Tidur

Doa Ketika Merasa Takut Dalam Tidur Doa Ketika Merasa Takut Dalam Tidur

Rasa takut dalam tidur adalah salah satu hal yang cukup mengganggu waktu istirahat kita. Bayangkan hal ini terjadi saat tengah malam, saat seharusnya tidur dengan nyenyak untuk menyiapkan tenaga di hari esok. Sekonyong-konyong kita terus terjaga dengan keringat bercucuran. Nafas sesak terengah-engah. Dada berdegup kencang. Pikiran pun linglung. Ketika hendak tidur, rasanya tak lagi nyaman. Beruntungnya, Nabi Muhammad saw. telah mengajarkan sebuah doa yang baik sekali kita baca saat keadaan demikian. Berikut ini adalah doa ketika merasa takut dalam tidur Arab, latin, dan terjemahnya.

Baca juga: Bacaan Ketika Telinga Berdenging

Lafal Doa Arab, Latin, dan Terjemahnya

Berikut ini merupakan teks doa ketika merasa takut dalam tidur Arab, latin, dan terjemahnya.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

A‘ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmati min ghadabihi, wa syarri ‘ibādihi, wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn.

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan, dan dari kehadiran mereka.”

Baca juga: Membaca Sholawat Sebelum berdoa

Landasan Doa

Selanjutnya, perlu kita ketahui bahwa doa di atas berasal dari hadis yang Imam Nawawi sebutkan dalam kitab Al-Adzkaar an-Nawawiyah. Lebih tepatnya, ada di Bab: Bacaan ketika seseorang merasa ketakutan dalam tidurnya.

عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده أن رسول الله – ﷺ – كان يعلمهم من الفزع كلماتِ: أعُوذُ بكلِماتِ اللهِ التَّامةِ مِنْ غَضَبِهِ وشَرِّ عِبادِهِ، ومِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ

قال: وكان عبد الله بن عمرو يعلمهن مَنْ عَقلَ من بنيه، ومَنْ لم يعقل كتبه فعلَّقَهُ عليه قال الترمذي: حديث حسن.

Dari ‘Amr bin Syu‘aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka beberapa bacaan ketika merasa ketakutan dalam tidur:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

A‘ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmati min ghadabihi, wa syarri ‘ibādihi, wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn.

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan, dan dari kehadiran mereka.”

Baca juga: Teks Salawat Nariyah, Arab, Latin, Terjemah dan Faidahnya

Perawi berkata, “Abdullah bin ‘Amr mengajarkan bacaan tersebut kepada anak-anaknya yang sudah mampu memahami dan menghafalnya. Adapun yang belum mampu memahaminya, beliau menuliskannya, kemudian mengalungkannya pada anak tersebut.” Imam at-Tirmidzi berkata, “Hadis ini hasan.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses