All posts by Niqo Maimun Mahera

Jatim Bersholawat Bersama al-Habib Syech

LirboyoNet, Kediri – Momentum Hari Santri Nasional 2019 semakin ramai di Pondok Pesantren Lirboyo, dengan diadakannya Jawa Timur Bersholawat bersama al-Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Acara sholawat yang juga digelar untuk memeringati HUT Pemprov Jatim ke-74 tahun itu dilangsungkan sejak pukul 20.00 WIB yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Jawa Timur Bersholawat dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir bin Abdurrahman Assegaf asal Solo dimulai dengan lagu Santri Lirboyo dan Jalal Wathon. Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. turut hadir dan meramaikan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengakui kehadiran Habib Syech membawa aura positif melalui sholawat. “Dengan Sholawat, Habib Syech bin Abdurrahman Assegaf ini mampu membawa semangat kebangsaan NKRI yang harus terus dijaga terutama oleh para santri,” ujarnya.

KH Agus Ali Mashuri alias Gus Ali pun datang untuk memberikan wejangan kepada para hadirin yang datang memenuhi acara tersebut.

Santri Lirboyo gelar upacara

LirboyoNet, Kediri – Selasa (22/10), untuk memperingati Hari Santri Nasional 2019, bersama dengan PCNU Kota Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar upacara dalam APEL Hari Santri. Acara tersebut diselenggarakan di lapangan barat Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam kesempatan itu, para santri pun bersama-sama membacakan Ikrar Santri yang dipimpin oleh Agus H. Adibussholeh Anwar.

Tampak santri-santri lirboyo mengikuti acara APEL dengan semangat, bersama dengan santri-santri Pondok Pesantren Terpadu Ar-Risalah yang turut meramaikan APEL kali ini dengan Marching Band. Acara ini juga dihadiri oleh siswa-siswi SMK PGRI 2 Kediri.

Dengan dilaksanakannya APEL dan pembacaan Ikrar Santri ini, semoga para santri semakin semangat dalam mencari ilmu agama, untuk mengharumkan nama bangsa dan negara tercinta Republik Indonesia.

Bahtsul Masail P3HMQ

Jumat (18/10) Pondok Pesantren Putri HMQ (P3HMQ) menggelar Bahtsul Masail di Aula P3HMQ.

Dalam Bahtsul Masail Sughro yang ke-7 ini, segenap santri membahas perihal polemik yang terjadi di media sosial, seperti fenomena prank, dan hal-hal yang dikerjakan konten kreator yang belum diketahui dasar hukumnya.

Bapak Faurok Tsabat (Aktifis Lajnah Bahtsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo) menjadi perumus dalam bahtsul masail kali ini.
Acara tersebut dibagi menjadi dua jalsah (sesi). Jalsah pertama dimulai pukul 9 pagi hingga pukul 11 siang, dilanjutkan jalsah kedua yang dimulai pukul 2 siang hingga pukul 4 sore.

Dalam acara tersebut, Agus H. Sholeh Abdul Karim hadir sebagai mushohih. Semoga dengan dilaksanakannya acara tersebut, sumberdaya manusia santriwati di pesantren dalam hal bahtsul masail terus berkembang.

Penguatan Nilai Pesantren

LirboyoNet, Kediri – Rabu (02/10) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Sejarah mengadakan kegiatan penguatan nilai kebangsaan di Pondok Pesantren Lirboyo.

Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di 5 daerah yakti Pulau Jawa, Lombok, Kalimantan, Banjarmasin, dan Sulawesi.

Sebelum bersua dengan para santri, KH. Agus Sunyoto, Dr. Zawawi Imran, dan Ibu Triana Wulandari beramah tamah ke kediaman Romo KH. M. Anwar Manshur.

Acara tersebut resmi dibuka pukul 10.23 WIB bersama para santri dan masyayikh lirboyo di Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.

Tujuan dari kagiatan ini menguak tentang sejarah mengenai peran serta para santri yang dulunya memiliki kontribusi dalam masa pembentukan bangsa Indonesia.

“Selain itu, kami juga ingin kegiatan di pondok pesantren itu juga diketahui sekolah-sekolah umum,” katanya.

Setelah dibukanya acara, teman-teman santri diajak untuk melihat pameran sejarah di gedung yayasan sebelah utara al-Hasan.

Sesuai dengan rundown acara yang telah disusun panitia, setelah dzuhur Halaqoh Kebangsaan berjalan dengan lancar hingga ashar tiba, Dr. Zawawi Imran yang membacakan puisi Resolusi Jihad terlihat sempurna ketika KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menutup acara dengan do’a.

Semoga Pesantren selalu menjaga Indonesia agar tetap utuh, dan para santri diharapkan memiliki kesadaran akan slogan nahdlatul ulama bahwa nasionalisme adalah sebagian dari iman.[]

Santri Mendunia: Tradisi, Eksistensi dan Perdamaian Global

LirboyoNet, Jakarta- Minggu siang (29/09) diskusi panel bertajuk “Santri Mendunia: Tradisi, Eksistensi dan Perdamaian Global” menjadi salah satu rangkaian acara Muktamar Pemikiran Santri Nasional (MPSN) 2019 Kementerian Agama RI.

Beberapa tokoh dan aktivis menjadi pembicara dalam acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Assiddiqiyyah Jakarta ini, seperti Prof. Nadhirsyah Hosen, Ph.D (Rois Syuriah PCI NU Australia-Selandia Baru), Dr. Muhbib Abdul Wahab, MA (Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tengku Faizasyah (Kementrian Luar Negeri RI), Prof. Dr. Oman Fathurrahman (Staf Ahli Menteri Agama), Dr. Ahmad Zayadi (Dirjen PD Pontren Kemenag RI), dan Gus Candra Malik (Budayawan Pesantren).

Semua pemateri memberikan wawasan dan wacananya mengenai konsep perdamaian pesantren, dengan pembawaan yang khas, diselingi gojlokan ala santri., Prof. Nadhirsyah Hosen, Ph.D mengajak kembali pada tradisi turats pesantren.

“Saat ini ada lagi yang mengartikan kembali pada Alquran dan Hadis diartikan sebagai kembali pada terjemahan Alquran dan Hadis. Inilah yang harus kita lawan dengan tetap berpegang teguh dengan tradisi pesantren sejak dulu.” tegas Gus Nadhir. []