Pendahuluan
Cinta tanah air (ḥubb al-waṭan) adalah fitrah manusia yang diakui dalam ajaran Islam. Tanah air bukan hanya sekadar wilayah geografis, tetapi juga tempat kelahiran, tumbuh, dan berjuang. Dalam khazanah turath Islam, banyak ulama dan sastrawan menegaskan bahwa mencintai tanah kelahiran adalah bagian dari akhlak mulia, karena ia termasuk bentuk menjaga amanah Allah berupa bumi yang kita huni.
Baca Juga: Adab Netizen dalam Bermedia Sosial
Dalil tentang Cinta Tanah Air
Dalam kitab Kashf al-Khafa’ nomor 1110, diriwayatkan sebuah hadis yang walaupun derajatnya diperselisihkan, bahkan dianggap palsu, namun memiliki maknanya mulia:
١١٠٢ – (حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الإِيمَانِ) قَالَ الصَّغَانِيُّ مَوْضُوعٌ، وَقَالَ فِي المَقَاصِدِ لَمْ أَقِفْ عَلَيْهِ، وَمَعْنَاهُ صَحِيحٌ.
Artinya: “Cinta tanah air adalah bagian dari iman” – Al-Ṣaghānī berkata: mawḍū‘ (palsu), dan dalam al-Maqāṣid ia berkata: Aku tidak menemukannya, namun maknanya benar. [Ismā‘īl bin Muḥammad al-‘Ajlūnī, Kashf al-Khafā’ wa Muzīl al-Ilbās ‘ammā Isytahara min al-Aḥādīṡ ‘alā Alsinati al-Nās, Juz II (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1351 H), hlm. 345]
Selain itu, kisah Rasulullah ﷺ ketika hijrah dari Makkah juga menjadi dalil kuat:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ، وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
Artinya: “Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling dicintai oleh Allah. Sekiranya aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar.” [Muḥammad bin ‘Īsā bin Saurah bin Mūsā bin al-Ḍaḥḥāk al-Tirmiżī, Sunan al-Tirmiżī (Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī, tt.), hlm. 722. Hadist No. 3925]
Riwayat ini menunjukkan bahwa mencintai tanah kelahiran adalah sunnah para nabi dan bagian dari fitrah.
Baca Juga: Sering Gagal Maksiat? Mungkin Allah Lagi Lindungi Kamu
Cara Meningkatkan Kecintaan Tanah Air
1. Menuntut Ilmu dan Memanfaatkannya untuk Negeri
Ilmu yang bermanfaat akan membangun peradaban dan mengangkat martabat bangsa. Ulama terdahulu seperti Imam al-Ghazali menegaskan bahwa ilmu harus memberi maslahat bagi umat dan tanah kelahirannya.
2. Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Dalam al-Adab al-Mufrad, Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis:
المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ والمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya. Dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah.” [Badr al-Dīn Abū Muḥammad Maḥmūd bin Aḥmad al-‘Ainī, ‘Umdat al-Qārī Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāṡ al-‘Arabī, tt.), hlm. 130 Hadist No. 10]
kita juga bisa mengartikan menjaga tanah air adalah bagian dari iman.
Baca Juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Santri dan Syukur Kemerdekaan yang Sesuai Syariat
3. Melestarikan Budaya dan Bahasa
Kita harus menjaga Budaya identitas bangsa yang tidak bertentangan dengan syariat. Imam al-Suyuthi dalam al-Amr bil Ittiba’ menegaskan pentingnya mempertahankan ciri khas umat.
لَا يَنبَغِي لِلمُسلِمِ أَنْ يَتَشَبَّهَ بِهِم فِي شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ، وَلَا يُوَافِقَهُمْ عَلَيْهِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِنَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ ﷺ: “ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ، إِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ، وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ
Artinya: Seorang Muslim tidak sepantasnya menyerupai mereka dalam hal apa pun dari perkara itu, dan tidak pula menyetujui mereka di dalamnya. Allah Ta‘ālā berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ: “Kemudian Kami jadikan engkau berada di atas suatu syariat dari urusan itu, maka ikutilah syariat itu, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka tidak akan dapat menolak (azab) dari Allah sedikit pun darimu. Dan sesungguhnya orang-orang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Jāṡiyah: 18–19).[Jalāl al-Dīn ‘Abd al-Raḥmān ibn Abī Bakr al-Suyūṭī, al-Amr bil-Ittibā’ wa an-Nahy ‘anil-Ibtidā’ (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.), h. 38]
4. Menghormati Pahlawan dan Ulama
Mendoakan dan meneladani para pejuang yang telah berkorban untuk kemerdekaan adalah bentuk syukur. Allah berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
Baca juga: Khutbah: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
5. Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Pembangunan
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[¹ Abū ‘Abd al-Raḥmān Muḥammad Nāṣir ad-Dīn bin al-Ḥājj Nūḥ bin Najātī bin Ādam al-Ashqūdī al-Albānī (w. 1420 H), Ṣaḥīḥ al-Jāmi‘ al-Ṣaghīr wa Ziyādātuhu, Juz 1 (Beirut: Dār al-Minhāj, tt.), hlm. 623]
Turut serta dalam pembangunan adalah bentuk manfaat nyata untuk tanah air.
6. Menjaga Kelestarian Alam
Dalam QS. Al-A’raf:56, Allah melarang membuat kerusakan di muka bumi. Menjaga lingkungan berarti menjaga keberlangsungan tanah air.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
Artinya: Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.
Baca Juga: Dari Syair, Kekecewaan Hingga Sejarah Ilmu Arudl
Kesimpulan
Cinta tanah air adalah gabungan antara rasa syukur, tanggung jawab, dan kepedulian. Dengan meningkatkan ilmu, menjaga keamanan, melestarikan budaya, menghormati pahlawan, berpartisipasi dalam pembangunan, dan melindungi alam, kita telah berkontribusi menjaga amanah Allah berupa tanah air.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
