Merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus tentang merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren Pesantren mendidik santri tidak hanya melalui kitab dan pengajian, tetapi juga melalui hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele. Padahal, justru dari perkara kecil itulah adab dan tanggung jawab terbentuk. Dalam salah satu dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, beliau mengingatkan para santri…

Lanjutkan
Pengajar

KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar

Dalam sebuah kesempatan, KH. Nurul Huda Ahmad menyampaikan dawuh dari Al-Maghfurlah KH. Ahmad Idris Marzuqi—sebuah nasihat yang terasa sederhana, tetapi menghunjam tepat pada inti tanggung jawab seorang pendidik. Pesan yang layak ditulis dan ditempatkan di relung hati setiap guru dan pengajar. Beliau menyampaikan bahwa Yai Idris kerap memberikan penekanan khusus kepada para pengajar agar memiliki…

Lanjutkan
Tertib dan menerima takzir

Tertib Ngaji, Tertib Sekolah, dan Makna Takzir  sebagai Riyāḍah Santri

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus Tertib dan Konsistensi dalam Belajar Pesantren berdiri di atas kedisiplinan, ketaatan, ketertiban dan kesungguhan. Karena itu, para Masyayikh senantiasa menanamkan prinsip kepada santri: taat pada aturan pondok adalah bagian dari adab menuntut ilmu. Dalam dawuhnya, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menegaskan pentingnya konsistensi dan tertib dalam proses belajar. Baca juga: KH….

Lanjutkan
KH. Abdulloh Kafabihi

Kumpulan Kisah KH. Mahrus Aly yang Disampaikan KH. Abdulloh Kafabihi pada Haul ke-42

Membicarakan KH. Mahrus Aly bukan sekadar membicarakan sosok pengasuh besar Lirboyo, tapi juga mengisahkan bagaimana seorang manusia mengusahakan dirinya demi bakti pada orang tua, mengupayakan dirinya berjuang di jalan Allah dan berikhtiar untuk tetap menabur kasih sayang pada umat. Dalam peringatan Haul ke-42 beliau, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus membagikan serpihan kisah-kisah menarik beliau yang mungkin…

Lanjutkan
larangan menggunakan air secara berlebihan

KH. Abdulloh Kafabihi: Larangan Berlebihan dalam Menggunakan Air

Air merupakan nikmat Allah Swt. yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia. Dalam Islam, air bukan sekadar sarana biologis, tetapi juga media ibadah yang memiliki nilai kesucian. Oleh karena itu, cara manusia memperlakukannya merupakan cermin dari kualitas akhlak dan pemahaman agamanya. Hukum Berlebihan Menggunakan Air KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus juga pernah mengingatkan hal ini melalui dawuh…

Lanjutkan
KH. Abdul Karim Mencari Ilmu

Perjalanan Mencari Ilmu KH. Abdul Karim

KH. Abdulloh Kafabihi mengisahkan masa perjalanan menempuh ilmunya KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Beliau menceritakan bahwasannya perjalanan KH. Abdul Karim atau Mbah Manab mencari ilmu sejak usia remaja: “Beliau mondok semenjak kecil, sekitar umur 13 tahun, bersama saudaranya tiga (orang).” Baca juga: KH. Athoillah S. A.: Memanfaatkan Waktu Liburan Tetapi perjalanan belajar beliau…

Lanjutkan
waktu liburan

KH. Athoillah S. A.: Memanfaatkan Waktu Liburan

Kata liburan sangat manis jika terdengar di telinga siapapun. Bahkan bagi para santri liburan adalah hal yang sangat mereka nanti-nanti. Karena bisa beristirahat sejenak dari padatnya kegiatan yang ada di pondok. Tetapi perlu kita ingat kembali nasihat masyayikh tentang cara memanfaatkan waktu liburan kita. Dalam salah satu acara di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat yakni…

Lanjutkan

Menjaga Akhlak di Mana Pun Berada: Pesan KH. M. Anwar Manshur untuk Santri Lirboyo

Setiap santri membawa identitas pesantren ke mana pun ia pergi. Tidak hanya lewat kitab yang dia baca atau ilmu yang dia kuasai, tetapi terutama lewat akhlaknya. Itulah sebabnya KH. M. Anwar Manshur selalu menekankan pentingnya menjaga akhlak, sikap, pakaian, dan perangai—terlebih saat pulang dari pondok. Ada nilai-nilai dakwah yang terselip di dalamnya, halus tetapi kuat….

Lanjutkan
kunci ilmu

KH. Nurul Huda Ahmad: Kunci Mendapatkan Ilmu

Ada satu pertanyaan klasik yang sering muncul ketika membandingkan santri masa kini dengan santri masa lampau: mengapa santri dulu, meskipun tidak belajar banyak kitab seperti sekarang, justru lebih “ampuh”? Lebih tekun, lebih mapan batinnya, dan dan memiliki ilmu yang lebih membekas. Baca juga: Refleksi Kejujuran Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Pesan KH. Abdulloh Kafabihi KH. Nurul…

Lanjutkan