Bermaulid dengan Kemunkaran

Sejarah mencatat, perayaan ini secara riil  pertama kali diprakarsai dan digagas oleh Raja Mudhoffar Abu Sa’id Kukuburi bin Zainuddin Ali Ibnu Buktikin, penguasa Arbil (salah satu kota di Irak).[1] Dan sejak saat itulah perayaan maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan setiap tanggal 12 robiul awwal menurut kalender Hijriyah tersebut menjadi sebuah tradisi tahunan agung umat…

Lanjutkan

Memejahijaukan Fanatisme

Ketika kita membahas apa itu fanatik, maka kita akan memasuki lorong dialog purba. Dimana diskursus mengenai hal tersebut sering tidak mencapai titik usai yang berkenaan dengan seluruh aspek kehidupan, lebih-lebih dalam aspek keagamaan. Secara etimologi (bahasa), fanatik diartikan sebagai suatu kepercayaan atau keyakinan yang teramat kuat terhadap suatu ajaran, baik keagamaan, politik, dan lain sebagainya….

Lanjutkan

Saatnya Menjaga Diri dan Keluarga

Kebaikan sebuah keluarga menjadi awal dari kebaikan yang ada dalam lingkup kehidupan yang lebih luas di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itulah agama Islam banyak memberikan perhatian terhadap seluruh aspek kehidupan yang berhubungan dengan keluarga. Diantara perhatian Islam adalah bahwa seorang harus mampu untuk menjaga diri dan keluarganya. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an: يَا أَيُّهَا…

Lanjutkan

Menyelami Khazanah Kitab Ibnu Aqil

Umat Islam mengakui, bahasa Arab adalah bahasa yang sangat luar biasa. Karena bahasa Arab sangat kompleks dan sulit digantikan dengan bahasa lain. Inilah salah satu keistimewaan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur’an tersebut. Semuanya tidak terlepas dari proses nubuwwah nabi Muhammad Saw yang lahir di tanah Arab. Sehinnga sumber rujukan umat Islam setelah Al-Qur’an (baca:Hadis) juga…

Lanjutkan
keikhlasan dalam ibadah

Memenuhi Hak Ibadah

Ibadah merupakan puncak penghambaan seseorang kepada Tuhannya. Dalam beribadah, keikhlasan kebersihan hati dari hal-hal yang berbau duniawi menjadi hal yang paling penting di dalamnya. Sebagaimana sebuah kisah yang diceritakan oleh Imam Al-Qulyubi dalam kitabnya, An-Nawadir: حُكِيَ :اَنَّ عَابِدًا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ , فَلَمَّا وَصَلَ اِلَى قَوْلِهِ ” اِيَّاكَ نَعْبُدُ ” خَطَرَ بِبَالِهِ اَنَّهُ عَابِدٌ حَقِيْقَةً…

Lanjutkan

Menyimak Sisi Kemunduran Islam

Zaman kejayaan Islam, yang kalau di hitung-hitung di mulai pada tahun 750 hingga 1258 masehi. Di kurun  tahun tersebut, lingkungan kehidupan dunia islam begitu gegap gempita dalam semarak laku agama, sosial, keilmuan, politik dan sebagainya. Berlomba dalam kebaikan sangat di prioritaskan, bebas dalam berpikir dan berpendapat mendapatkan tempat yang nyaman, sehingga tak heran sempalan islam…

Lanjutkan

Memperkuat Kredibilitas Perppu Ormas

Sekilas Tentang Perppu Ormas Atas dasar pertimbangan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan mendesak untuk segera dilakukan perubahan karena belum mengatur secara komprehensif mengenai keormasan yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena terjadi kekosongan hukum dalam hal penerapan sanksi yang efektif, Presiden Joko Widodo pada…

Lanjutkan

Reaktualisasi Filosofi Santri

Jika dilihat dari aspek sejarah, doktrin, dan ajarannya, filosofi santri adalah pandangan hidup tentang seluruh sistem kepercayaan dan keyakinan santri. Filosofi itu mengatakan bahwa santri disebut sebagai manusia lahir-batin.  Istilah tersebut muncul karena santri percaya bahwa manusia terdiri dari dua dimensi yang tak terpisahkan, yakni dimensi lahir dan dimensi batin. Dimensi lahir manusia mencakup aspek-aspek…

Lanjutkan
Seharah kemerdekaan Negara indonesia

Islam Keras atau Islam Tegas?

Tidak dapat dipungkiri, agama Islam adalah agama yang universal. Pranata hukumnya masuk dan meliputi semua aspek kehidupan manusia, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, dan lain sebagainya. Semua tatanan hidup tersebut tidak pernah terlepas dari sentuhan hukum‐hukum Islam yang mengaturnya. Dan pada gilirannya Islam akan membawa kedamaian dan kesejahteraan, baik di dunia maupun di akhirat….

Lanjutkan

Bukan Rumput Pribadi

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Admin yang saya hormati, saya ingin bertanya seputar kebiasaan yang sering terjadi di desa saya. Yakni tradisi merumput (Jawa: Ngarit) atau menggembala binatang ternak di lahan milik orang lain. Hal ini dilakukan sebagian masyarakat karena mereka beranggapan bahwa pemilik lahan sudah merelakannya. Apakah kebiasaan tersebut dapat dibenarkan? Terimakasih atas penjelasannya. Wassalamu’alaikum Wr….

Lanjutkan