Bacaan Doa Setelah Tasyahud Akhir, Teks Arab, Latin, dan Terjemahnya

Doa Setelah Tasyahud Akhir Doa Setelah Tasyahud Akhir

Sholat secara bahasa memiliki arti “doa”. Hal ini tidak mengherankan. Sebab dalam sholat, selain terdapat bacaan Al-Qur’an, terdapat pula bacaan doa dan dzikir yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri. Khusus dalam tulisan ini kita akan membahas mengenai bacaan doa setelah tasyahud akhir, teks Arab, latin, dan terjemahnya.

Hukum Doa Setelah Tasyahud

Sebelum membahas lebih lanjut lafal bacaan doa setelah tasyahud akhir, ada baiknya kita memahami hukumnya terlebih dulu.

Dalam kitab Fath al-Mu’in Syekh Zainuddin al-Malibari menjelaskan bahwa hukum membaca doa setelah tasyahud akhir itu sunah. Sedangkan melakukannya setelah tasyahud awal adalah makruh:

وسن في تشهد أخير دعاء بعد ما ذكر كله وأما التشهد الأول فيكره فيه الدعاء لبنائه على التخفيف إلا إن فرغ قبل إمامه فيدعو حينئذ ومأثوره أفضل

“Sunah hukumnya dalam tasyahud akhir untuk membaca doa setelah seluruh bacaan yang disebutkan. Adapun dalam tasyahud pertama, makruh membaca doa setelahnya karena tasyahud pertama pada dasarnya singkat. Kecuali jika seseorang telah selesai sebelum imam, maka ia boleh membaca doa setelahnya. Kemudian, doa yang bersumber dari Nabi saw. lebih utama.

Teks Doa Setelah Tasyahud Akhir

Berikut ini merupakan lafal doa setelah tasyahud akhir yang paling utama menurut para ulama

اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Allahumma innī a‘ūdzu bika min ‘ażābil-qabri, wa min ‘ażābin-nāri, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāti, wa min fitnatil-Masīḥid-Dajjāl.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

Mengapa Doa Ini?

Selanjutnya, coba kita perhatikan teks lafal doa setelah tasyahud di atas. Dalam doa tersebut, setidaknya kita meminta berlindung dari empat hal. Yakni azab kubur, azab neraka, fitnah hidup & mati, dan fitnah dajal. Hal ini sesuai hadits yang merupakan riwayat Sahabat Abu Hurairah:

إذا فرغ أحدكم من التشهد الأخير فليتعوذ بالله من أربع: من عذاب جهنم، ومن عذاب القبر، ومن فتنه المحيا والممات، ومن فتنة المسيح الدجال.

“Apabila seorang di antara kalian telah selesai membaca tasyahud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara: dari azab Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

Opsi Doa Lain

Selain itu, ada juga beberapa opsi doa lain yang bisa kita baca setelah tasyahud akhir. Tidak melulu harus membaca doa di atas. Dalam kitab Fath al-Mu’in terdapat pula opsi doa lain. Di antaranya:

اللهم اغفر لي ما قدمت وما أخرت وما أسررت وما أعلنت وما أسرفت وما أنت أعلم به مني. أنعت المقدم وأنت المؤخر لا إله إلا أنت (رواه مسلم)

Allahummaghfir lī mā qaddamtu. Wa mā akhkhartu, wa mā asrartu, wa mā a‘lantu, wa mā asraftu, wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Antal-muqaddimu wa antal-mu’akhkhiru, lā ilāha illā anta.

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah aku lakukan dahulu dan yang aku lakukan kemudian, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, serta dosa-dosaku yang melampaui batas. Juga ampunilah dosa yang lebih Engkau ketahui daripada aku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau.” (HR. Muslim)

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كبيرا كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك إنك أنت الغفور الرحيم (رواه البخاري)

Allahumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kabīran katsīran. Wa lā yaghfirudz-dzunūba illā anta. Faghfir lī maghfiratan min ‘indika, innaka antal-ghafūrur-raḥīm.

“Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang besar dan banyak. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses