Pengertian Darah Nifas
Nifas secara bahasa berarti melahirkan. Sedangkan menurut istilah syara’, nifas adalah darah dari farji perempuan setelah melahirkan. Atau, darah keluar sebelum lewat lima belas hari dari persalinan. Hal ini terjadi jika darah tidak langsung keluar. Kemudian, darah saat proses melahirkan tidak tergolong darah nifas. Darah ini biasanya keluar bersamaan dengan bayi. Hukum darah ini adalah sebagai berikut.
Darah Keluar Bersambung dengan Haid
Pertama, darah mungkin bersambung dengan darah haid sebelumnya. Jika demikian, maka darah itu berstatus darah haid.
Sebagai contoh, wanita hamil mengeluarkan darah selama 3 hari. Kemudian, ia melahirkan bayinya. Lalu, darah terus keluar sampai 20 hari setelah melahirkan. Maka, darah selama 3 hari awal berhukum darah haid. Darah saat melahirkan dan bersama anak juga masuk darah haid. Sedangkan, darah setelah melahirkan selama 20 hari merupakan darah nifas.
Baca juga: Keputihan dan Cairan yang keluar dari Area Kewanitaan
Darah Keluar Kurang dari Batas Minimal Haid
Kedua, darah bersambung dengan darah sebelumnya. Namun, durasinya tidak mencapai batas minimal haid atau 24 jam. Atau, darah tidak bersambung dengan darah sebelumnya. Maka, darah tersebut berstatus darah istihadah.
Contoh pertama, wanita hamil mengeluarkan darah selama 20 jam. Setelah itu, ia melahirkan bayinya. Kemudian, darah terus keluar sampai 20 hari. Maka, darah yang keluar selama 20 jam dan bersamaan dengan bayi merupakan istihadah. Kemudian, darah selama dua puluh hari berikutnya berstatus darah nifas.
Contoh kedua, wanita hamil mengeluarkan darah selama 5 hari. Kemudian, darah berhenti total selama 1 hari. Lalu, ia melahirkan dan mengeluarkan darah sampai 20 hari. Maka, darah 5 hari pertama masuk kategori haid. Selanjutnya, darah saat melahirkan dan bersama bayi merupakan istihadah. Sedangkan, darah setelah melahirkan selama 20 hari berstatus nifas. Kemudian, masa 1 hari tanpa darah merupakan masa suci. Masa suci ini memisahkan antara haid dan nifas.
Baca juga: Perhatikan Hal ini Saat Datang dan Berhentinya Haid
Darah Keluar Setelah Jeda Lima Belas Hari
Sementara itu, darah bisa keluar setelah melahirkan dengan jeda lama. Jika jeda mencapai selang waktu 15 hari atau lebih, maka berstatus haid. Tentu saja, darah harus memenuhi syarat-syarat haid.
Semisal, ada seorang wanita melahirkan pada tanggal 1. Kemudian, ia tidak mengeluarkan darah sampai tanggal 17. Lalu, darah keluar selama 3 hari. Maka, darah selama 3 hari tersebut berstatus darah haid. Sedangkan, jeda 16 hari antara kelahiran dan keluarnya darah berhukum suci.
Ketentuan Waktu Darah Nifas
Masa minimal nifas adalah sebentar, walaupun hanya sekejap. Sementara itu, masa maksimal nifas mencapai 60 hari 60 malam. Kemudian, masa nifas pada umumnya berlangsung selama 40 hari 40 malam. Awal hitungan masa maksimal nifas bermula sejak seluruh tubuh bayi keluar (sempurnanya melahirkan). Sedangkan, hukum nifas berlaku sejak darah mulai keluar. Syaratnya, darah keluar sebelum 15 hari dari kelahiran.
Misalnya, seorang ibu melahirkan pada tanggal 1. Kemudian, ia baru mengeluarkan darah pada tanggal 5. Maka, hitungan masa 60 hari bermula pada tanggal 1. Namun, darah berstatus nifas mulai tanggal 5. Sedangkan, waktu antara kelahiran dan keluarnya darah berhukum suci.
Hukum Darah Nifas Terputus-putus
Tak bisa dipungkiri, terkadang wanita mengeluarkan darah secara terputus-putus setelah melahirkan. Jika demikian, maka hukumnya terbagi menjadi beberapa ketentuan berikut.
Darah Berhenti Kurang dari Lima Belas Hari
Ketika keseluruhan masa darah keluar tidak melebihi 60 hari 60 malam. Hitungan ini bermula dari proses kelahiran anak. Dan, masa putusnya darah tidak mencapai 15 hari. Maka keseluruhan masa tersebut berstatus nifas.
Contohnya, seorang ibu langsung mengeluarkan darah selama 5 hari setelah melahirkan. Kemudian, darah berhenti selama 10 hari. Lalu, darah keluar lagi selama 10 hari. Setelah itu, darah berhenti lagi selama 13 hari. Kemudian, darah keluar lagi selama 8 hari. Maka, keseluruhan waktu tersebut berstatus darah nifas. Namun, ibu itu wajib melaksanakan salat saat darah berhenti. Pun harus bersuci sebagaimana orang suci pada umumnya.
Baca juga: Mengenal Tiga Macam Darah: Haid, Nifas, dan Istihadah
Darah Berhenti Mencapai Lima Belas Hari
Ketika keseluruhan darah masih keluar dalam masa 60 hari 60 malam dari kelahiran. Namun, masa berhentinya darah mencapai 15 hari atau lebih. Maka, darah sebelum masa berhenti berhukum nifas. Sedangkan, darah setelah masa berhenti berstatus darah haid. Hal ini berlaku jika darah memenuhi ketentuan haid. Jika tidak memenuhi syarat haid, maka berstatus istihadah. Kemudian, masa berhentinya darah berhukum masa suci pemisah nifas dan haid.
Sebagai contoh, ibu mengeluarkan darah selama 10 setelah melahirkan. Kemudian, darah berhenti selama 16 hari. Lalu, darah keluar lagi selama 5 hari. Maka, darah 10 hari pertama merupakan nifas. Selanjutnya, darah 5 hari terakhir berstatus haid. Dan, masa jeda selama 16 hari merupakan masa suci pemisah.
Darah Melampaui Masa Maksimal Nifas
Kemudian, apabila darah pertama keluar dalam masa 60 hari dari kelahiran. Sedangkan, darah kedua keluar di luar masa 60 hari. Maka, darah pertama berstatus nifas. Kemudian, darah kedua masuk kategori haid jika memenuhi ketentuannya. Sedangkan, masa terputusnya darah berstatus masa suci yang memisah antara nifas dan haid.
Contohnya, ibu langsung mengeluarkan darah selama 59 hari setelah melahirkan. Kemudian, darah berhenti selama 2 hari. Lalu, darah keluar lagi selama 5 hari. Maka, darah 59 hari berstatus nifas. Kemudian, darah 5 hari selanjutnya merupakan darah haid. Sedangkan, jeda selama 2 hari berhukum masa suci pemisah haid dan nifas.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
