Tulisan khutbah ini mengajak kita untuk menyadari betapa indahnya Islam dalam mengajarkan kasih sayang. Di tengah beratnya beban hidup dan persoalan dunia yang kerap mengimpit dada, hadir sebuah amalan sederhana namun berbobot istimewa di hadapan Allah. Apa itu? Adalah mengukir senyum dan membahagiakan hati sesama. Mari kita pelajari caranya dengan membaca khutbah berikut:
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَوَدَّةَ وَالرَّحْمَةَ بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ، وَأَمَرَ بِالْإِحْسَانِ وَإِدْخَالِ السُّرُورِ عَلَى قُلُوبِ الْعَالَمِينَ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَكْثَرُ النَّاسِ تَبَسُّمًا وَأَعْظَمُهُمْ خُلُقًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ أَفْضَلَ الطَّاعَاتِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِحْسَانٌ إِلَى عِبَادِ اللهِ.
Hadirin rahimakumullah,
Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah Swt.? Apakah ritual ibadah yang kita lakukan di atas sajadah, di dalam masjid yang kita tempati ini ataukah ada amalan lain yang Allah cintai?
Rasulullah saw. telah memberikan jawaban yang amat menggetarkan jiwa melalui riwayat dari Ibnu Abbas ra.:
إنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُسْلِمِ
“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala setelah ibadah-ibadah fardu adalah memberikan rasa bahagia ke dalam hati seorang muslim.” (HR. At-Thabrani)
Bahkan, Hassan bin Ali ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. menegaskan betapa amalan ini menjadi kunci pembuka ampunan Rabb yang Maha Pengasih:
إنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ إِدْخَالُكَ السُّرُورَ عَلَى أَخِيكَ الْمُسْلِمِ
“Sesungguhnya di antara amalan yang memastikan datangnya ampunan Allah adalah engkau memberikan rasa bahagia ke dalam hati saudaramu yang muslim.” (HR. At-Thabrani)
Baca juga: Khutbah Jum’at: Menghadapi Masalah Hidup
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Betapa murahnya rahmat Allah! Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Sayyidatina Aisyah ra., Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ أَدْخَلَ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ سُرُورًا لَمْ يَرْضَ اللَّهُ لَهُ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memasukkan rasa bahagia ke dalam sebuah rumah dari kalangan kaum muslimin, maka Allah tidak merestui pahala baginya selain surga.” (HR. At-Thabrani)
Subhanallah! Betapa indahnya pahala tersebut. Ketika Umar bin Khattab ra. bertanya tentang amalan apakah yang paling utama, Rasulullah saw. menyibak hakikat lewat sabdanya:
إِدْخَالُكَ السُّرُورَ عَلَى مُؤْمِنٍ أَشْبَعْتَ جَوْعَتَهُ، أَوْ كَسَوْتَ عُرْيَهُ، أَوْ قَضَيْتَ لَهُ حَاجَةً
“Engkau memasukkan rasa bahagia pada seorang mukmin. Engkau hilangkan rasa laparnya, engkau beri pakaian untuk menutupi tubuhnya, atau engkau tunaikan hajat kebutuhannya.” (HR. At-Thabrani)
Baca juga: Khutbah Jumat: Konsep Keluarga Ideal Menurut Al-Qur’an
Maka renungkanlah, wahai kaum muslimin:
Berapa banyak jiwa di sekitar kita yang hari ini sedang merintih dalam sepi? Betapa banyak saudara kita yang pundaknya membengkok karena menahan beratnya beban hidup, hutang yang menumpuk, serta cobaan yang tak kunjung usai?
Seorang muslim sejati tidak akan pernah membiarkan saudaranya berjuang sendirian. Ia adalah sosok yang senantiasa berwajah berseri, bersikap santun, dan penuh kasih sayang. Jika ia memiliki harta, ia akan menyeka lapar mereka, melunasi hutang mereka, dan mendatangi para janda serta fakir miskin. Jika ia tak memiliki harta, ia akan menjadi perantara kebaikan bagi orang-orang kaya. Ia akan menjenguk yang sakit, menyuntikkan harapan dan optimisme akan kesembuhan, serta mendoakan dengan tulus. Ia hadir menjadi penawar bagi setiap jiwa yang sedang berduka.
Dan jikalau seluruh pintu materi itu terasa sempit bagi kita, jangan pernah berkecil hati! Sebab ada satu bahasa universal yang tak bernilai harganya namun sanggup meluluhkan kerasnya dunia. Apa itu? Jawabannya adalah sebuah senyuman.
Senyuman adalah syiar para nabi, sunah para rasul, dan bahasa paling mulia dari peradaban manusia. Ketahuilah, manusia terbaik yang pernah memijakkan kakinya di bumi ini, sosok terindah yang pernah dipandang oleh mata, dan pemilik jemari paling lembut yang pernah dijabat oleh telapak tangan—yaitu Nabiyullah Muhammad saw.—adalah manusia yang paling banyak tersenyum kepada sesamanya.
Maka jangan lupa senyum kepada sesama.
بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
Baca juga: Khutbah Jum’at: Sejenak Mensyukuri Nikmat yang Allah Berikan
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْبَاقِي عَلَى الدَّوَامِ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita sama-sama menjadi pelita yang menerangi kegelapan orang lain. Ringankanlah langkah kaki untuk menyapa, ulurkan tangan untuk membantu, dan hiasilah wajah dengan senyuman. Kiranya Allah Swt. melembutkan hati kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa membawa kebahagiaan bagi alam semesta.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِمِ الصَّلاَةَ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
