Lirboyo — Majelis Sholawat Kubro (Masbro) Pamungkas resmi digelar pada Kamis malam Jumat (05/11/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Masbro tahun ini, diramaikan penampilan perdana ISHARI di Pondok Pesantren Lirboyo.
Acara diawali dengan pembukaan bi surat al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ali Zaidan as-Saifullah, santri asal Bondowoso kamar V. 51. Rangkaian pembukaan ditutup dengan tawassul yang dipimpin oleh Bpk. Fathurrohman Mudhoffar.
Baca juga: Sambut Haul dan Haflah Ke-117, Pesantren Lirboyo Gelar Festival Ilmiah Santri
Sambutan Pimpinan Pondok
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok, Bpk. Rafli Chairil Putra, menyampaikan bahwa Masbro kali ini merupakan yang terakhir. Beliau berharap penutupan ini menjadikan majelis berakhir dengan khusnul khatimah.
“Masbro kali ini adalah Masbro yang terakhir. Semoga yang terakhir ini menjadikan majelis yang khusnul khatimah,” ujarnya.
Beliau juga mengabarkan bahwa pada Jumat (06/11/2026) akan diselenggarakan shalat istisqa’. Beliau berharap Allah Swt. berkenan menurunkan hujan di bumi Lirboyo.
Selain itu, beliau mengingatkan bahwa menjelang akhir tahun banyak hal yang perlu dipersiapkan, di antaranya ujian dan muhafadzoh. Tak lupa, beliau mengimbau seluruh santri agar senantiasa menjaga kebersihan.
Baca juga: Semarak Festival 1002 Bait Alfiyah Ibnu Malik Di Lirboyo
Penampilan ISHARI Lirboyo
Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan ISHARI yang membawakan beberapa lagu. Muhammad Yazid al-Bastomi asal Mojokerto, selaku pemimpin penampilan, menjelaskan bahwa ISHARI sebenarnya telah hadir di Masbro tahun lalu, namun hanya sebagai pengiring mahallul qiyam.
“Ishari di Masbro tahun kemarin sudah ada. Hanya saja sebagai pengiring mahallul qiyam. Sekarang alhamdulillah sudah bisa tampil mandiri dengan beberapa lagu,” jelas Yazid.
Menurut penuturan panitia, penampilan ini diikuti 94 santri dari 1 Aliyah. Selain itu, turut bergabung 15 siswa dari luar 1 Aliyah.
Kebahagiaan juga dirasakan para peserta. Arman Okta Fitra, salah satu siswa yang tampil, mengungkapkan kesannya.
“Rasanya itu seru, menggairahkan karena banyak sekali teman-teman yang saling mengompakkan,” ucap Arman.
Suasana rohani kemudian mencapai puncaknya saat Majelis Sholawat Kubro Nusantara melantunkan bait-bait Maulid ad-Diba’i.
Mauidzotul Hasanah oleh Gus Reza
Pada sesi mauidzotul hasanah, Agus Reza Ahmad Zahid mengingatkan keutamaan malam Jumat sebagai malam mulia yang Allah berikan setiap pekan. Beliau mengajak para santri memperbanyak sholawat pada malam tersebut.
Beliau juga menyinggung bahwa lantunan sholawat kerap dibawakan tanpa dipahami maknanya secara utuh, tetapi tetap terasa mengena dan mendalam di hati.
“Apakah mendapatkan sholawat harus tahu artinya? Para ulama mengatakan bahwa walaupun tidak mengerti artinya, tapi ia diberikan pahala oleh Allah,” terang beliau.
Lebih lanjut, Gus Reza menjelaskan bahwa salah satu tanda cinta adalah katsrat adz-dzikri, memperbanyak menyebut yang dicintai. Hal ini sejalan dengan kaidah cinta yang berbunyi al-mahabbah la yahtaju ila at-tafsir wa at-tahlil al-maknawi, bahwa cinta tidak memerlukan penjelasan dan analisis makna.
“Maka ketika seseorang melantunkan sholawat, ia sudah membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad,” pungkasnya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
