Haul Mbah Kyai Lirboyo dan Takhtiman Al-Qur’an ke-46 Ponpes Murottilil Qur’an Lirboyo

Haul Mbah Kyai Lirboyo dan Takhtiman Al-Qur’an ke-46 Ponpes Murottilil Qur’an Lirboyo Haul Mbah Kyai Lirboyo dan Takhtiman Al-Qur’an ke-46 Ponpes Murottilil Qur’an Lirboyo

Pondok Pesantren Murottilil Qur’an Lirboyo kembali menyelenggarakan acara tahunan yang penuh keberkahan, yaitu Haul Mbah Kyai Lirboyo sekaligus Takhtiman Al-Qur’an ke-46. Ribuan santri dan hadirin meramaikan Aula Al-Muktamar Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada hari Kamis malam Jumat, 22 Oktober 2026 M. atau bertepatan dengan 12 Jumadil Ula 1448 H. Panitia memulai rangkaian acara ini tepat pada pukul 19.00 WIB.

Sebelum memasuki acara inti, panitia menyajikan susunan pra-acara yang memukau hati para hadirin. Pertama, para santri menampilkan parade sholawat yang merdu, dan setelah itu, segenap khotimin ke-46 melantunkan senandung murottal secara bersama-sama. Para khotimin memulai pembacaan murottal ini dengan tawasul, lalu mereka membaca surat-surat pendek mulai dari surat Ad-Dhuha sampai An-Nas. Selanjutnya, mereka menyambung bacaan dengan Al-Fatihah, awal Surat Al-Baqoroh, akhir Al-Baqoroh, dan akhirnya memungkasi sesi ini dengan bacaan doa khatam Al-Qur’an. Melalui sesi pra acara ini, para khotimin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan bermacam Riwayat Imam yang senantiasa mereka pelajari di Ponpes Murottilil Qur’an.

Secara keseluruhan, acara Takhtiman Al-Qur’an ke-46 ini melibatkan total 182 khotimin yang luar biasa. Para peserta tersebut terdiri dari 129 Khotimin Bin Nadzor, 2 Khotimin Bil Ghoib, 29 Khotimin Sab’ah, dan 22 Khotimin Bil Ghoib & Sab’ah.

Baca juga: Memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Lirboyo Gelar Apel di Depan Gedung Yayasan

Kehadiran Alim Ulama

Selain para khotimin, tokoh-tokoh penting dan ulama besar juga turut hadir untuk memberkahi majelis ilmu ini. Segenap Masyayikh Ponpes Lirboyo serta para Pengasuh Ponpes Murottilil Qur’an, seperti K. M. Khotibul Umam Maftuh, K. Mu’tashim Ata Billah Maftuh, dan K. Husen Syafi’i, tampak menempati kursi kehormatan di barisan depan. Lebih dari itu, majelis ini juga menghadirkan Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdhor, yakni seorang dai terkemuka asal Indonesia yang memimpin Majelis Al-Wafa bi ‘Ahdillah sekaligus mengasuh Ponpes Nurul Iman Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Setelah pembawa acara membuka majelis secara resmi, KH. An’im Falahuddin Mahrus memimpin pembacaan tahlil yang menggema syahdu, kemudian Tim Qori’ Pondok Pesantren Murottilil Qur’an meneruskan acara dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Sambutan Pengasuh Ponpes Lirboyo

Sesudah pembacaan ayat suci selesai, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus selaku Pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri memberikan sambutan pertama. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan mengaji Al-Qur’an merupakan nikmat agung yang umat Islam harus syukuri setiap waktu.

“Cara mensyukurinya adalah supaya dijaga, dirawat, dan ilmu dengan diamalkan dan diajarkan maka menjadikan orang tersebut sebagai orang yang agung di kerajaan langit,” ungkap beliau di hadapan para hadirin.

Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus: Mencari, Mengamalkan, dan Mengajarkan Ilmu

Isak Haru Wali Santri

Kemudian, Kiai Bahrudin mewakili para wali khotimin Takhtiman Al-Qur’an ke-46 menyampaikan sambutan yang sangat emosional. Sambil menahan tangis haru berkali-kali, beliau mengungkapkan harapan besar agar para santri mendapat ilmu yang bermanfaat serta barokah. Beliau menuturkan dengan tulus:

“Mugo-mugo menawi sampun kundur mboten getun lek mondok. Bapak e poro santri niki mboten sedanten ahli ilmu. Onten sing tyang biasa, usahawan, petani, sing mboten teng pesantren.”

(Semoga ketika sudah pulang (para anak-anak kami) tidak menyesal sudah mondok. Orang tua para santri itu tidak semuanya ahli ilmu (santri). Ada yang hanya orang biasa, usahawan, petani, yang semuanya tidak punya latar belakang pesantren.)

Sebelum melangkah ke acara puncak, para Khotimin Al-Qur’an ke-46 mengambil foto kenang-kenangan bersama Masyayikh dan Habaib sebagai wujud takzim serta rasa syukur.

Baca juga: Semarak Istighotsah Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdhor Ungkap Keagungan Al-Qur’an

Selanjutnya, Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdhor menyampaikan Mauidhoh Hasanah yang sangat menggugah kesadaran jiwa. Beliau menguraikan betapa agung kandungan Al-Qur’an bagi pedoman kehidupan umat manusia. Beliau menceritakan bahwa ketika para sahabat bertanya kepada Sayyidah ‘Aisyah perihal akhlak Nabi Muhammad saw., Sayyidah ‘Aisyah memberikan jawaban utuh hanya dengan satu kalimat:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak beliau adalah Al-Quran.”

Oleh karena itu, beliau menjelaskan bahwa jika umat manusia ingin melihat Al-Qur’an dalam wujud manusia, maka hal tersebut terwujud secara sempurna dalam diri Nabi Muhammad saw. Sebagai penutup yang memukau, beliau menegaskan pesan penting, “Oleh karenanya, kalau ingin menemukan segala-galanya ada di dalam Al-Qur’an.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses