TRANS7 Mengajar Bekali 100 Santri Lirboyo Keterampilan Konten Digital

trans7 mengajar

TRANS7 Mengajar 2026 Jilid XV digelar di Loby Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Sabtu (10/10/2026). Mengusung tema “Generasi Muda Berkarya di Ruang Digital: Mengemas Nilai Keislaman dalam Konten Relevan dan Bermakna”, kegiatan ini membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi konten digital yang kreatif, informatif, dan relevan dengan perkembangan media sosial.

Kegiatan Trans7 Mengajar ini diikuti oleh 100 santri putra dan putri yang berasal dari 19 unit dan empat lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Materi pelatihan disampaikan oleh Prima Dananjaya, Digital Asset Management Head TRANS7.

Materi Trans7 Mengajar

Dalam pemaparannya, Prima menjelaskan perkembangan dunia digital, peran kreator muslim, serta strategi membangun konten yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Peserta juga diperkenalkan pada formula pembuatan video pendek melalui unsur hook, storytelling, value, dan call to action (CTA).

Baca juga: 10.476 Santri Lirboyo Cetak Rekor MURI Membatik

Hook berfungsi menarik perhatian penonton pada awal video, storytelling membantu menyampaikan pesan melalui alur cerita. Sedangkan value menekankan manfaat yang diberikan kepada audiens. Adapun CTA digunakan untuk mengajak penonton melakukan tindakan atau berinteraksi setelah menyaksikan konten.

Selain strategi penyusunan konten, peserta memperoleh materi mengenai teknik produksi video menggunakan smartphone, mulai dari komposisi gambar, pengaturan pencahayaan, kualitas audio, hingga teknik pengambilan gambar dan dasar penyuntingan video. Materi The Digital Creator Journey juga membahas karakteristik platform media sosial, pentingnya konsistensi produksi, serta evaluasi performa konten.

Baca juga: Agus Adib Ungkap Tradisi Membatik Lirboyo Bersambung Sanad ke Nyai Dlomroh

Aspek tanggung jawab dalam bermedia digital turut menjadi bagian dari pembekalan. Peserta diperkenalkan pada pedoman komunitas, perlindungan data pribadi, keamanan konten, dan hak cipta agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab.

Praktek

Setelah menerima materi, peserta mengikuti praktik produksi konten secara berkelompok. Sebanyak 100 peserta dibagi menjadi 10 kelompok, dengan masing-masing kelompok ditugaskan menghasilkan dua video, yakni konten utama (main content) dan video di balik layar (behind the scenes atau BTS).

Baca juga: Acara 10.000 Santri Membatik Bukti Pesantren Ikut Andil Menjaga Tradisi

Melalui TRANS7 Mengajar, para santri diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan media digital sebagai ruang berkarya sekaligus menyampaikan nilai-nilai keislaman secara kreatif, inspiratif, dan bermakna.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses