Agama Islam mengajarkan bahwa menjaga ketenangan batin merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang mukmin. Di tengah berbagai persoalan dan tekanan hidup, Islam mengajarkan dua hal yang dapat menjadi pegangan, yaitu thuma’ninah (ketenangan hati) dan tawakal (berserah diri kepada Allah Swt. setelah berikhtiar secara maksimal). Keduanya mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya berusaha menghadapi persoalan dengan sungguh-sungguh, menjaga hati agar tidak dikuasai kecemasan, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt.
Khutbah Pertama: Menjaga Kewarasan Mental dalam Islam (Thuma’ninah dan Tawakal)
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَ فِي ذِكْرِهِ طُمَأْنِينَةً لِلْقُلُوبِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Jalankan segala perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran. Ketakwaan bukan sekadar bekal kita di akhirat kelak, melainkan juga panduan utama agar kita bisa menjalani hidup di dunia yang penuh dinamika dan ujian ini dengan lapang dada.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kalau kita perhatikan, kita hidup di zaman yang serba cepat. Di luar sana, banyak orang terlihat baik-baik saja, tersenyum, dan seolah tidak punya masalah. Padahal, kalau kita lihat ke dalam diri mereka—atau bahkan diri kita sendiri—banyak yang sedang berjuang keras menghadapi beban berat.
Ada yang cemas memikirkan masa depan, stres karena tekanan pekerjaan, sedih menghadapi masalah keluarga, atau merasa minder dan tertinggal ketika melihat kehidupan orang lain di media sosial.
Baca juga: Khutbah Jumat: Menggapai Surga dengan Memperbaiki Cara Berteman
Islam sebenarnya sangat memahami sisi kemanusiaan ini. Agama kita mengajarkan bahwa menjaga ketenangan batin adalah hal yang sangat krusial bagi seorang mukmin. Kuncinya ada dua: Thuma’ninah (ketenangan hati) dan Tawakal (berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal).
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (QS. Ar-Ra’d: 28)”
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hati manusia itu punya tempat sandaran. Ketika pikiran mulai kusut dan hidup terasa begitu berat, obatnya adalah kembali mendekat kepada Allah lewat zikir, salat, membaca Al-Qur’an, dan memohon doa.
Namun, mari kita garis bawahi: tenang bukan berarti kita tidak boleh sedih, takut, atau lelah. Merasa sedih itu manusiawi. Bahkan para nabi pun pernah mengalami kesedihan yang mendalam. Yang jadi masalah bukan rasa sedihnya, melainkan bagaimana kita menyikapinya agar tidak membuat kita putus asa dari rahmat Allah.
Baca juga: Khutbah Jum’at: Amanah Seorang Pemimpin
Jangan sampai kita terlalu cemas memikirkan hal-hal yang belum terjadi, sampai-sampai kita lupa mensyukuri nikmat yang ada di tangan kita hari ini. Jangan pula kita terus-menerus menyesali masa lalu hingga kita lumpuh dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk hari ini.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah: 286)”
Ayat ini adalah suntikan semangat yang luar biasa. Allah tidak akan menitipkan ujian di luar batas kemampuan kita. Kalau hari ini kita diuji dengan masalah tertentu, itu artinya kita pasti mampu menghadapinya. Selesaikan apa yang bisa kita selesaikan hari ini. Urusan di luar kendali kita? Lepaskan, jangan biarkan itu merampas ketenangan tidur kita.
Di sinilah indahnya tawakal. Tawakal itu bukan berarti kita pasrah tanpa usaha. Tawakal itu artinya kita sudah belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, berikhtiar sekuat tenaga, lalu sisanya… kita serahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang ikhlas.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Satu hal lagi yang sering kita lupa: menjaga kesehatan mental berarti kita juga harus tahu batas diri kita.
Kita tidak harus selalu tampil kuat di depan semua orang. Sangat wajar jika kita merasa lelah dan butuh istirahat. Sangat wajar jika kita ingin bercerita kepada orang yang kita percaya ketika beban itu terlalu berat untuk dipikul sendiri.
Baca juga: Khutbah Jumat Perihal Hari Santri Nasional
Bahkan, jika suatu saat beban pikiran itu sudah mengganggu keseharian dan kesehatan kita, mencari bantuan profesional (seperti psikolog atau psikiater) adalah bagian dari ikhtiar yang sangat sah dalam Islam. Itu sama sekali tidak mengurangi nilai tawakal kita, karena berobat adalah usaha nyata, sedangkan kesembuhan mutlak di tangan Allah Swt.
Semoga Allah senantiasa melapangkan dada kita, menjernihkan pikiran kita, dan membimbing setiap langkah kita dalam ridha-Nya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua: Menjaga Kewarasan Mental dalam Islam (Thuma’ninah dan Tawakal)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
اللَّهُمَّ فَرِّجْ هُمُومَنَا، وَنَفِّسْ كُرُوبَنَا، وَاشْرَحْ صُدُورَنَا، وَيَسِّرْ أُمُورَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
