TRANS7 Mengajar 2026 Jilid XV digelar di Loby Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Sabtu (10/10/2026). Mengusung tema “Generasi Muda Berkarya di Ruang Digital: Mengemas Nilai Keislaman dalam Konten Relevan dan Bermakna”, kegiatan ini mengajak generasi muda pesantren untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana menyebarkan dakwah dan menghadirkan konten positif bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Lobi Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo ini diikuti oleh 100 santri putra dan putri dari 19 unit dan empat lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Turut hadir Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, serta Mudir Madrasah Hidayatul Mubtadiin.
Baca juga: Persiapan Acara 10.000 Canting Batik Dalam Rangka Festival Santri Nusantara 2026 M. di Lirboyo
Sebelum kegiatan dimulai, suasana acara dimeriahkan dengan ice breaking melalui seruan “Semangat pagi, pagi-pagi-pagi, Lirboyo jaya, TRANS7 jaya”. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan, sesi tanya jawab, dan arisan yang melibatkan para peserta. Peserta yang berpartisipasi dalam permainan berkesempatan mendapatkan hadiah.
Sambutan Mudir Madrasah Hidayatul Mubtadiin
Acara diawali dengan sambutan Agus Aminulloh Mahin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo memiliki 19 unit dan 30 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Beliau juga mengaitkan kegiatan TRANS7 Mengajar dengan tradisi pengajaran di pesantren.
Menurut beliau, kegiatan ini dapat dimaknai sebagai bentuk ngedep dampar, yakni mengajar atau menyampaikan ilmu. Beliau berharap para peserta tidak hanya menyerap materi yang diberikan, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan dan aktivitas mereka. Dengan demikian, ilmu yang dibagikan melalui kegiatan tersebut diharapkan membawa manfaat dan menjadi amal jariyah bagi pihak yang mengajarkannya.
Sambutan Direktur TRANS7
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur TRANS7, Bpk. Mohammad Ikhsan Soemantoro. Ia menyampaikan bahwa TRANS7 Mengajar telah memasuki penyelenggaraan ke-15 dengan jumlah peserta secara keseluruhan mencapai lebih dari 3.000 orang. Meski demikian, menurutnya, hal terpenting bukan sekadar jumlah peserta, melainkan sejauh mana ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi mereka. Ia juga mengajak peserta untuk berdakwah melalui pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.
Sambutan Pimpinan Pondok Lirboyo dan Pembukaan Kegiatan Trans7 Mengajar
Selanjutnya, Agus HM. Adibussholeh Anwar menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya peran santri dalam mengisi ruang digital dengan konten-konten keagamaan yang benar dan bermanfaat, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
Beliau mengingatkan bahwa umat Islam tidak cukup hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga perlu berkontribusi dalam menghadirkan konten keagamaan di ruang digital. Menurut beliau, semakin banyak konten positif dan keagamaan yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk menemukan informasi yang bermanfaat melalui berbagai platform digital.
Agus HM. Adibussholeh Anwar juga menekankan pentingnya kreativitas dalam menyajikan dakwah. Konten yang memiliki pembahasan mendalam belum tentu menarik perhatian apabila tidak dikemas dengan baik. Karena itu, unsur visual atau sampul, perlu diperhatikan agar dapat menarik minat pengguna media sosial. Beliau juga menjelaskan paribahasa Don’t Judge a Book by Its Cover itu tidak berlaku di sini.
Beliau turut mengingatkan bahwa konten positif yang dijumpai seseorang saat menjelajahi media sosial dapat menjadi jalan datangnya manfaat. Oleh sebab itu, santri diharapkan tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga aktif menghasilkan karya yang menyampaikan nilai-nilai keislaman dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan doa yang dipimpin oleh Agus Adibussholeh Anwar.
Trans7 Mengajar Jilid XV
Memasuki sesi pelatihan, Prima Dananjaya, Digital Asset Management Head TRANS7, menyampaikan materi mengenai strategi pembuatan konten digital. Materi tersebut mencakup perkembangan dunia digital, peran kreator muslim, penyusunan video pendek, serta teknik produksi menggunakan smartphone.
Peserta diperkenalkan pada sejumlah unsur penting dalam pembuatan video pendek, yaitu hook untuk menarik perhatian penonton pada awal video, storytelling untuk menyampaikan pesan melalui alur cerita, value untuk memberikan manfaat kepada audiens, dan call to action (CTA) untuk mendorong interaksi penonton.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pengambilan gambar, komposisi video, pencahayaan, kualitas audio, serta dasar penyuntingan video. Materi juga membahas karakteristik berbagai platform media sosial, konsistensi produksi konten, perlindungan data pribadi, keamanan konten digital, pedoman komunitas, dan hak cipta.
Tidak berhenti pada pembekalan teori, TRANS7 Mengajar juga dilengkapi dengan praktik produksi video secara berkelompok. Sebanyak 100 peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok ditugaskan menghasilkan dua video, yakni konten utama (main content) dan video di balik layar (behind the scenes atau BTS).
Melalui TRANS7 Mengajar 2026 Jilid XV, para santri diharapkan dapat mengembangkan keterampilan produksi konten digital sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana dakwah. Dengan kreativitas dan pemahaman yang tepat, ruang digital diharapkan menjadi wadah bagi santri untuk menyebarkan ilmu, menghadirkan konten positif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
