LIRBOYO— Bazar Lirboyo yang di buka mulai 4-8 Oktober 2026 di depan Gedung Yayasan Pondok Lirboyo ini menjadi salah satu bentuk upaya mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya tarik produk lokal di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan bazar ini, para pelaku UMKM dapat mempromosikan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman, pakaian. Hingga aneka produk lokal lainnya. Keberadaan bazar menjadi peluang yang cukup penting bagi pelaku UMKM, khususnya usaha kecil yag membutuhkan ruang untuk berkembang.
Selain menjadi tempat untuk transaksi jual-beli, bazar juga berfungsi sebagai sarana promosi dan interaksi antara pelaku usaha dan konsumen, terlebih para santri. Santri Lirboyo yang notabenya “jarang keluar pondok” ketika ada bazar di pesantren, mereka banyak yang berbondong-bondong belanja sekaligus mencari hiburan. Pengunjung yang masuk dari kalangan santri tidak hanya seratus-duaratus bahkan dapat mencapi ribuan perharinya. Tentunya jumlah pengunjung yang banyak ini sangat memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal agar semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar para pelaku UMKM terus tumbuh dan berkontribusi positif pada perekonomian daerah.
Baca juga: Pembukaan Bazar Santri Dalam Rangka Festival Santri Nusantara 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo
Isi Wawancara dengan Pelaku UMKM
Untuk mengetahui lebih lanjut manfaat Bazar Lirboyo bagi pelaku UMKM, Tim SIBER (Sumber informasi dan Berita) Lirboyo melakukan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM.
Dalam wawancara tersebut, banyak pelaku UMKM yang mengaku sangat diuntungkan berkat diadakannya Bazar Lirboyo. Selain itu, berjualan di bazar dapat menambah pengalaman serta wawasan baru bagi penjual.
“Sangat menguntungkan, karena jumlah santri Lirboyo banyak dan pengunjungnya juga banyak.” Ujar Bu Four, penjual Kebab Euro dari Jl. Kawi Mojoroto Kediri pada 7 Oktober 2026.
Ia juga mengungkapkan berjualan di sini tidak ada kendala sama sekali, hanya saja jam kloter santri terlalu cepat. Kloter santri yang belum lama berkunjung sudah disuruh gantian sama yang lainnya.
“Alhamdulillah bisa masuk di Bazar Santri Nusantara, bisa berbaur dengan para santri, bisa berbaur dengan lingkungan pesantren, dan tentunya menguntungkan bagi para penjual.” Tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pelaku UMKM di sana. Rata-rata jumlah pembeli yang dirasakan pelaku UMKM sekitarr 100 hingga 300 lebih perharinya.
“300 lebih.” Ungkap Fian, penjual Dimsum, Max & Chise, dll.
Ia juga mengungkapkan kegiatan bazar ini sangat penting untuk pelaku UMKM. Manfaatnya jelas, perputaran ekonomi melebihi hari-hari biasanya.
Tidak hanya itu, ada salah satu pelaku UMKM mengaku dari 4 hari terakhir ini telah mendapatkan pembeli sekitar 1000 orang lebih.
“4 hari, kira-kira 1000 lebih, 2 hari terakhir ini saya dan 2 hari pertama adik saya, wakrtu itu saya sakit.” ungkap Bu Nur dari Malang, penjual aneka krispy, kebab, dll.
Baca juga: 10.476 Santri Lirboyo Cetak Rekor MURI Membatik
Bazar sebagai Sarana Ilmu
Di sisi lain, bazar tersebut tidak hanya sebagai sarana meraih keuntungan yang up, melainkan juga sebagai sarana menambah ilmu, wawasan serta pengalaman bersosialisasi dalam membangun bisnis.
“Untuk pengalaman, belajar bersosialisasi dan menambah wawasan. Bazar ini sangat baik, supaya para santri tidak ketinggalan zaman dan ada hiburan.” Ujar Noval dari palembang, penjul aneka makanan dan minuman ringan.
Baca juga: Semarak Festival Santri Nusantara 2026, Ponpes Lirboyo Gelar Lirboyo Bersholawat
Harapan Untuk UMKM Lokal
Selain memberikan manfaat ekonomi, Bazar Lirboyo juga berpotensi menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Interaksi penjual dan pembeli dapat menciptakan lingkungan yang aktif, produktif, dn saling mendukung.
Harapannya, Bazar Lirboyo ini terus dikembangkan sebagai bentuk dukungan kepada kemajuan UMKM lokal. Dengan kerja sama dari pihak penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat, khususnya santri, UMKM diharapkan menjadi salahsatu penggerak ekonomi daerah.
Bazar Lirboyo, dari usaha untuk kemajuan bersama. Mari dukung UMKM lokal, cintai produk masyarakat, dan bersama-sama wujudkan peekonomian yang mandiri dan sejahtera.
Oleh: Muhammad Akif Maulana santri asal Batang semester IV Ma’had Aly Lirboyo.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
