Acara 10.000 Santri Membatik Bukti Pesantren Ikut Andil Menjaga Tradisi

Santri Membatik Lirboyo

Lirboyo – Ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo menorehkan sejarah baru. Sebanyak 10.476 santri dari tingkat Tsanawiyah hingga Ma’had Aly memadati Lapangan Lirboyo untuk mencanting batik secara serentak, Kamis (8/10/2026). Aksi kolosal yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dalam rangkaian Festival Santri Nusantara ini resmi memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Pimpinan Pesantren Lirboyo, Agus HM. Adibussholeh Anwar, menegaskan bahwa perhelatan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam merawat warisan nusantara.

“Batik adalah budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Kegiatan ini merupakan langkah nyata santri dalam melestarikan seni budaya bangsa,” ujar Agus Adib dalam sambutannya.

Foto: Beberapa Hasil Karya Santri Lirboyo dalam Acara 10.000 Santri Membatik

Antusiasme Santri dalam Mencanting Batik

Suasana lapangan bergemuruh saat santri sibuk menggoreskan canting di atas kain bertuliskan sketsa motif batik. Dengan telaten, mereka mencelupkan cucuk canting ke dalam cairan malam panas lalu meniupnya perlahan agar alirannya lancar.

Ketua Panitia Pelaksana, Mohammad Iqbal Falahy Yahya, menyampaikan bahwa agenda ini dirancang untuk membekali santri dengan kecakapan hidup.

“Tujuannya jelas, agar santri tidak hanya lihai mengaji kitab kuning, tetapi juga melek seni dan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif,” tutur Iqbal.

Kelancaran mobilisasi belasan ribu santri ini tak lepas dari kesigapan panitia bersama Dewan Blok, Himpunan Pelajar, dan para pengurus pondok. Skema pemberangkatan dari kamar santri telah ditata rapi sejak pagi.

“Sejak pukul 07.00 waktu istiwa’, para pengurus sudah bersiap mengarahkan santri menuju lokasi agar acara dapat dimulai tepat waktu,” tambah Iqbal.

Baca juga: Persiapan Acara 10.000 Canting Batik Dalam Rangka Festival Santri Nusantara 2026 M. di Lirboyo

Perwakilan MURI: Santri Mudah Diajak Koordinasi

Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan dan kerapian para santri. Mengutip perkataan Henny Christiningsih, ia mengatakan bahwa koordinasi di lingkungan pesantren berjalan sangat efektif. Latar belakang santri yang terbiasa menulis pegon dengan tinta juga membuat proses mencanting berjalan luwes.

“Oleh MURI, kegiatan pencatatan rekor hari ini tidak hanya dinobatkan sebagai rekor nasional, tetapi sah dianugerahi sebagai rekor dunia,” pungkas Ari di hadapan puluhan ribu santri yang disambut tepuk tangan meriah puluhan ribu santri Lirboyo.

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi

Di penghujung acara, KH. Abdulloh Kafabihi menjelaskan tiga kiat untuk sukses kepada seluruh santri. “Untuk menuju sukses, ada kiat seperti ikhtiar. Kemudian kiat sukses kedua adalah dengan doa. Dan terakhir kiatnya adalah tawakkal.” Jelas beliau.

Sebagai penutup, beliau menjelaskan “Kunci sukses dalam pekerjaan memulainya dengan basmalah dan mengakhiri dengan hamdalah.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses