Siapa sangka, salah satu santri Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur berkeinginan memiliki usaha batik setelah mengikuti kegiatan 10.000 Santri Membatik, di lapangan barat Aula Al-Muktamar.” Setelah mencoba membatik saya jadi pengen punya usaha batik. Soalnya di desa saya ada perusahaan batik.” Ucap Ali Kamis siang (8/10/2026).
Bagi Ali rela acara tersebut merupakan acara yang membuat ia senang dan bahagia melebihi rasa panas matahari yang membakar. Awalnya Ali sempat deg-degan, karena belum berpengalaman dalam membuat batik. Namun di balik rasa itu, setelah kompor menggunkan sumbu, canting, kain yang harus ia mbatik, dan malam (lilin) mulai ia pegang, ia justru membatik dengan fokus dan semangat yang luar biasa. Ali menggerakkan canting dengan perlahan demi mendapatkan hasil yang sempurna.
Baca juga: 10.476 Santri Lirboyo Cetak Rekor MURI Membatik
Membatik Adalah Hal yang Mudah
Bagi Ali, pengalaman ini bukan hanya tentang betapa serunya membatik menggunakan canting. Menurutnya acara itu juga tentang betapa mudahnya membatik ketika kita telah terbiasa menulis menggunakan pentul dan mangsi (tinta bak) seperti yang sering dilakukan oleh para santri Lirboyo. “Membatik ibarat menulis di atas kertas menggunakan mangsi. Bedanya, kalo mangsi di kertas kalo ini di kain.” ujar santri semester IV asal Cirebon tersebut.
Oleh karena itu, dengan diselengarakan acara ini para santri jadi memiliki keinginan dalam membatik bahkan ingin memiliki usaha batik yang menjadi tradisi yang ada di Indonesia. Selain itu, ternyata kegiatan menulis kitab kuning menggunakan pentul juga memiliki hikmah besar dalam membuat kerajinan batik.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
