Baru kemarin peringatan Hari Santri Nasional 2026 kita rayakan. Itu artinya momen tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur. Sebab, saat ini bangsa kita sudah bisa menikmati kemerdekaan. Tentu perjuangan para pendahulu dalam mewujudkannya tidak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu, sebagai wujud rasa syukur, kita hendaknya senantiasa membaca doa untuk keamanan negeri. Karena, rasa aman merupakan pondasi penting bagi kehidupan kita. Jika keamanan hilang, maka kita tidak bisa beraktivitas seperti sekarang.
Baca juga: Memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Lirboyo Gelar Apel di Depan Gedung Yayasan
Pandangan Ulama Tentang Keamanan
Dalam kitab Ad-Difa’ ‘an Al-Wathan, dikatakan bahwa rasa aman merupakan nikmat yang paling agung. Dan, kemaslahatan agama serta dunia bergantung pada rasa aman tersebut. Maka, jangan heran apabila Nabi Ibrahim pertama-tama memohon keamanan negeri dalam doanya.
إِعْلَمُ أَنَّ الْأَمْنَ هُوَ أَعْظَمُ أَنْوَاعِ النَّعَمِ وَالخَيْرَاتِ وَأَنَّهُ لَا يَتِمُّ شَيْءٌ مِنْ مَصَالِحِ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا إِلَّا بِهِ فَكَانَ الْمَطْلُوبُ الْأَوَّلُ مِنْ دُعَاءِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامِ طَلَبَ الْأَمْنِ مِنَ اللهِ وَهُوَ قَوْلُهُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ امِنَا
“Ketahuilah bahwa keamanan adalah nikmat dan kebaikan yang agung. Sebab, urusan agama dan dunia tidak utuh tanpa keamanan. Oleh karena itu, Nabi Ibrahim memohon keamanan kepada Allah. Beliau berdoa: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini sangat aman.”
Kaidah Perbaikan Dunia
Kemudian, Imam Al-Mawardi juga menyampaikan sebuah kaidah yang penting. Sebab, keamanan umum merupakan syarat utama untuk perbaikan dunia. Dengan keamanan, maka jiwa manusia bisa merasa sangat tenang. Selain itu, semangat manusia juga akan tumbuh dan berkembang. Bahkan, orang yang lemah bisa hidup berdampingan dengan damai. Karena, orang yang ketakutan tidak akan pernah merasakan istirahat. Dan, orang yang waspada tidak akan mendapat ketenangan batin.
قَالَ الْمَاوَرْدِي الْقَاعِدَةُ الرَّابِعَةُ مِنَ الْقَوَاعِدِ الَّتِي تَصْلُحُ بِهَا الدُّنْيَا أَمَنْ عَامُ تَطْمَئِنُّ إِلَيْهِ النُّفُوسُ، وَتَنْتَشِرُ فِيْهِ الْهِمَمُ، وَيَسْكُنُ إِلَيْهِ الْبَرِيءُ، وَيَأْتِسُ بِهِ الضَّعِيفُ، فَلَيْسَ لِخَائِفِ رَاحَةً، وَلَا لَحَاذِرٍ طُمَأْنِيْنَةٌ
“Imam Al-Mawardi berkata bahwa pilar keempat perbaikan adalah keamanan. Sehingga, jiwa manusia merasa tenang dan ambisi mulai menyebar. Lalu, orang suci menetap dan orang lemah merasa berteman. Sebab, tidak ada istirahat bagi orang yang sedang ketakutan. Dan, tidak ada ketenangan bagi orang yang selalu waspada.”
Baca juga: Semarak Istighotsah Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri
Keadilan dan Keamanan Negara
Selanjutnya, sebagian ahli hikmah juga memberikan nasihat yang indah. Mereka mengatakan bahwa keamanan adalah kehidupan yang paling nikmat. Sedangkan, keadilan yang tegak merupakan prajurit yang paling kuat.
وَقَدْ قَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ الْأَمَنُ أَهْنَأُ عَيْشٍ، وَالْعَدْلُ أَقْوَى جَيْشِ
“Sebagian ahli hikmah berkata bahwa keamanan merupakan kehidupan ternikmat. Sedangkan, keadilan merupakan pasukan tentara yang paling kuat keberadaannya.”
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional kali ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita. Pengingat agar senantiasa mensyukuri kemerdekaan dengan berdoa dan menjaga keamanan negeri ini. Doa untuk keamanan negeri merupakan bentuk ikhtiar dari kita untuk merawat kerukunan dan mencegah segala bentuk perpecahan. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan keamanan dan keberkahan kepada Indonesia tercinta ini. Amin.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
