Keutamaan Mengumandangkan Adzan beserta Syarat dan Kesunahannya

Keutamaan Mengumandangkan Adzan

Amalan mengumandangkan adzan menyimpan derajat yang sangat mulia hingga Nabi Muhammad, para sahabat, ulama dahulu menjelaskan keutamaannya. Panggilan yang menggema setiap lima waktu ini merupakan sebuah syiar agung yang menjanjikan pahala serta ampunan luar biasa dari Allah.

Bagi kita yang ingin meraih kesempurnaan amal dan memahami betapa bernilainya peran muadzin dalam shalat berjamaah. Maka darinya memahami keutamaan serta aturan adzan sangatlah penting. Berdasarkan keterangan para ulama fikih dan hadits, terdapat beberapa kemuliaan besar yang dianugerahkan kepada orang yang mengumandangkan adzan, lengkap dengan syarat sah dan aturan kesunahannya.

Baca juga: Arti Till Jannah dan Syarat Unggul Pasutri Bisa Bersama di Surga Menurut Ulama

Keutamaan Mengumandangkan Adzan bagi Seorang Muadzin:

1. Menjadi Saksi Keimanan di Hari Kiamat

Setiap makhluk baik jin, manusia, maupun benda apa pun yang mendengar gema suara muadzin saat mengumandangkan adzan akan menjadi saksi kebaikannya kelak di hadapan Allah pada hari kiamat.

2. Mendapatkan Ampunan Sejauh Jangkauan Suaranya

Allah Swt. memberikan keistimewaan berupa ampunan dosa bagi seorang muadzin sejauh rentang dan jangkauan suara adzan yang ia kumandangkan.

3. Dibenarkan oleh Seluruh Makhluk Basah maupun Kering

Segala sesuatu yang berada di sekitar tempat adzan bergema, baik benda basah (seperti pepohonan dan tumbuhan) maupun benda kering (seperti batu dan bangunan), ikut membenarkan persaksian tauhid yang diucapkannya.

4. Meraih Pahala Senilai Seluruh Jamaah Shalat

Muadzin mendapatkan ganjaran pahala yang sangat melimpah, yaitu setara dengan akumulasi pahala dari setiap orang yang hadir dan melangsungkan shalat bersamanya.

5. Menjadi Amalan yang Layak Diperebutkan

Panggilan adzan memiliki nilai pahala yang sangat besar, hingga Rasulullah Saw. menggambarkan bahwa seandainya manusia mengetahui hakikat keutamaan di dalamnya, mereka akan rela diundi (melakukan undian) demi bisa mengumandangkannya.

Adapun mengenai keutamaan pahala muadzin, Al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani meriwayatkan hadits Rasulullah Saw. dalam kitabnya Nata’ijul Afkar:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّداءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Artinya:

“Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Seandainya manusia mengetahui keutamaan yang ada pada panggilan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya melainkan dengan cara diundi, niscaya mereka akan melakukan undian tersebut.'” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Keteladanan Para Ulama dalam Mengatur Waktu

Syarat Sah dan Kesunahan dalam Mengumandangkan Adzan

Agar ibadah adzan yang dikumandangkan bernilai sah dan sempurna di hadapan syariat, terdapat beberapa ketentuan khusus yang wajib dan sunah untuk kita perhatikan:

Syarat Sah Adzan

Pertama, bacaan adzan harus diucapkan secara berurutan (tartib) dan tidak terputus jeda yang lama (muwalat).

Kedua, adzan hanya sah apabila dikumandangkan setelah pasti masuknya waktu shalat.

Ketiga, orang yang mengumandangkan adzan harus seorang muslim, laki-laki, berakal, terpercaya (amin), adil, serta sudah baligh.

Keempat, kalimat adzan wajib dilafalkan menggunakan Bahasa Arab yang sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi.

Kesunahan dalam Adzan

Sunah mengumandangkan adzan secara perlahan/jelas (tartil), membaguskan dan menyaringkan suara, serta meninggikan posisi berdiri (seperti di menara atau tempat tinggi).

Kesunahan lainnya adalah berdiri menghadap kiblat, dalam keadaan suci dari hadats, meletakkan kedua jari di dalam telinga, serta menolehkan wajah ke kanan saat mengucapkan “Hayya ‘alash-salah” dan ke kiri saat “Hayya ‘alal-falah“.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses