Setiap hari, kita pasti sering berinteraksi dan berkumpul bersama orang lain dalam suatu majelis. Ketika berkumpul, kita kadang membicarakan hal-hal yang kurang bermanfaat. Bahkan, kita mungkin tanpa sengaja mengeluarkan kata-kata yang sia-sia atau berlebihan. Oleh karena itu, Rasulullah saw. selalu membimbing umatnya agar mengakhiri setiap perkumpulan dengan sebuah dzikir khusus. Umat Islam mengenal dzikir penutup majelis ini sebagai doa kafaratul majlis. Apabila kita merutinkan bacaan Kafarat al-Majlis, kita bisa membersihkan diri dari kesalahan lisan selama pertemuan tersebut.
Baca juga: Sembilan Tuntunan Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh
Lafal Kafarat al-Majlis
Banyak sahabat Nabi yang meriwayatkan pedoman bacaan doa kafaratul majlis ini. Sebagai contoh, Imam Tirmidhi meriwayatkan sebuah hadits yang sangat penting dari sahabat Abu Hurairah r.a. Beliau menyampaikan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi:
مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لغَطُهُ فَقالَ قَبْلَ أنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذلكَ: سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ، أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلَاّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ، إِلَاّ غُفِرَ لَهُ ما كَانَ في مَجْلِسِهِ ذلكَ
“Barangsiapa yang duduk dalam suatu majelis, lalu ia banyak mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat di dalamnya, kemudian sebelum ia bangkit dari majelisnya itu, ia mengucapkan lafal berikut: ‘
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ، أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلَاّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaika.
Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu,’ melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terjadi selama ia berada dalam majelis tersebut.” (HR. Tirmidzi).
Baca juga: Lafal Sayyid al-Istighfar, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya secara Sempurna
Faidah dan Keutamaan Kafarat al-Majlis
Selanjutnya, kita akan menemukan banyak faidah dan keutamaan doa Kafarat al-Majlis jika kita menelaah riwayat hadits lebih jauh. Berdasarkan kumpulan hadits di atas, berikut adalah beberapa keutamaan utama dari dzikir penutup majelis ini:
- Menghapus Dosa dan Kesalahan Lisan
Karena kita sering lepas kendali saat mengobrol, doa kafaratul majlis bertindak sebagai pembersih kotoran lisan. Sahabat Abu Barzah menjelaskan bahwa Rasulullah saw. selalu membaca doa ini pada akhir majelis untuk menebus kesalahan (kafarat). Sehingga, segala gurauan berlebihan atau perkataan sia-sia lenyap seketika.
- Bukti Cinta pada Sunnah Nabi
Ketika kita merutinkan amalan penutup ini, kita membuktikan komitmen kita dalam meneladani Rasulullah saw. Dengan demikian, kita sebaiknya selalu membaca Kafarat al-Majlis setiap kali selesai berdiskusi, belajar, atau sekadar berbincang santai bersama teman.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
