Foto Teman Jadi Bahan Stiker atau Meme, Bolehkah?

Jika dahulu keakraban antar teman kerap ditunjukkan lewat saling gojlok atau bercanda satu sama lain, kini bentuknya semakin beragam. Memotret teman secara diam-diam, lalu menjadikannya stiker WhatsApp atau bahan meme, misalnya, sudah menjadi kebiasaan di sebagian tongkrongan. Namun, di balik candaan tersebut, muncul satu pertanyaan: sejauh mana hal itu diperbolehkan dalam Islam?

Baca juga: Hukum Wanita Mengunggah Foto atau Video di Media Sosial

Ayat Al-Quran tentang mengolok-olok

Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.”

Baca juga: Apakah Boleh Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama

Makna mengolok-olok menurut Imam al-Ghazali

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulum ad-Din menggunakan ayat tersebut sebagai dalil bahwa mengolok-olok atau merendahkan orang lain termasuk sesuatu yang haram dalam Islam. Lebih lanjut, beliau menjelaskan makna as-sukhriyah yang tertera dalam ayat tersebut dengan ungkapan:

وَمَعْنَى السُّخْرِيَةِ: الِاسْتِهَانَةُ وَالتَّحْقِيرُ وَالتَّنْبِيهُ عَلَى الْعُيُوبِ وَالنَّقَائِصِ عَلَى وَجْهٍ يُضْحَكُ مِنْهُ. وَقَدْ يَكُونُ ذَلِكَ بِالْمُحَاكَاةِ فِي الْفِعْلِ وَالْقَوْلِ. وَقَدْ يَكُونُ بِالْإِشَارَةِ وَالْإِيمَاءِ، وَإِذَا كَانَ بِحَضْرَةِ الْمُسْتَهْزَإِ بِهِ لَمْ يُسَمَّ ذَلِكَ غِيبَةً، وَفِيهِ مَعْنَى الْغِيبَةِ.

“Makna sukhriyah (mengolok-olok) adalah meremehkan, merendahkan, serta menunjukkan aib dan kekurangan seseorang dengan cara yang membuat orang lain tertawa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menirukan perbuatan atau perkataannya, dan dapat pula dilakukan melalui isyarat maupun gerak-gerik.

Apabila hal tersebut dilakukan di hadapan orang yang menjadi bahan olok-olokan, maka tindakan tersebut tidak disebut sebagai gibah. Namun, di dalamnya tetap terdapat makna atau unsur gibah.”

Baca juga: Dua Masjid, Satu Desa: Bolehkah Keduanya Menyelenggarakan Salat Jumat?

Termasuk dari isyarat

Jika merujuk pada pengertian tersebut, sukhriyah yang diharamkan tidak hanya dilakukan melalui ucapan atau tindakan, tetapi juga dapat berupa isyarat dan gerak-gerik. Dengan demikian, membuat stiker dari foto atau video teman berpotensi masuk dalam kategori tersebut. Namun, apakah persoalannya sesederhana itu? Tentu tidak.

 Dalam redaksi selanjutnya, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa:

وَهَذَا إِنَّمَا يَحْرُمُ فِي حَقِّ مَنْ يَتَأَذَّى بِهِ، فَأَمَّا مَنْ جَعَلَ نَفْسَهُ مُسْخَرَةً. وَرُبَّمَا فَرِحَ مِنْ أَنْ يُسْخَرَ بِهِ. كَانَتِ السُّخْرِيَةُ فِي حَقِّهِ مِنْ جُمْلَةِ الْمُزَاحِ، وَقَدْ سَبَقَ مَا يُذَمُّ مِنْهُ وَمَا يُمْدَحُ. وَإِنَّمَا الْمُحَرَّمُ اسْتِصْغَارٌ يَتَأَذَّى بِهِ الْمُسْتَهْزَأُ بِهِ، لِمَا فِيهِ مِنَ التَّحْقِيرِ وَالتَّهَاوُنِ.

“Hal ini hanya diharamkan terhadap orang yang merasa tersakiti karenanya. Adapun orang yang menjadikan dirinya sebagai bahan lelucon, bahkan terkadang merasa senang ketika dirinya dijadikan bahan olok-olokan, maka olok-olokan terhadap dirinya termasuk bagian dari candaan. Sebelumnya telah dijelaskan mengenai candaan yang tercela dan yang terpuji.

Yang diharamkan adalah merendahkan seseorang dengan cara yang membuat orang yang menjadi bahan olok-olokan tersebut merasa tersakiti, karena di dalamnya terdapat unsur meremehkan dan merendahkan.” (Abū Ḥāmid Muḥammad bin Muḥammad al-Ghazālī al-Ṭūsī, Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, Juz III [Beirut: Dār al-Ma‘rifah], hlm. 131.)

Baca juga: Login Medsos bagi Wanita yang sedang Berkabung, Bolehkah?

Kesimpulan

Oleh karena itu, membuat stiker atau meme dari foto atau video teman itu tidak boleh, kecuali ada dugaan bahwa teman yang dijadikan bahan stiker tidak akan melukai hatinya.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses