Tata Cara Sholat Taubat

Amalan Hari Asyura Seorang Muslim sedang beribadah pada malam Hari

Setiap manusia pasti memiliki kesalahan karena kita tidak pernah luput dari dosa. Namun, Allah Yang Maha Pengasih selalu membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh ingin kembali. Oleh karena itu, agama Islam menuntun kita untuk segera bertaubat dan tidak menunda-nunda kebaikan. Salah satu langkah terbaik agar kita mendapatkan rida-Nya adalah dengan mengamalkan tata cara sholat taubat yang benar. Selain itu, sholat sunnah taubat ini menjadi bukti kesungguhan hati kita sebagai cara bertaubat dari dosa secara totalitas.

Landasan Sholat Taubat

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihâyatuz Zain menuturkan perihal shalat taubat sebagai berikut:

​وَمِنْه صَلَاة التَّوْبَة وَهِي رَكْعَتَانِ قبل التَّوْبَة يَنْوِي بهما سنة التَّوْبَة

​“Termasuk shalat sunah adalah shalat taubat, yakni shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat.”

​Kemudian, anjuran ini juga berjalan senada dengan sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi yang menjelaskan janji ampunan Allah:

​مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

​“Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia beranjak bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.”

Baca juga: Lafal Sayyid al-Istighfar, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya secara Sempurna

Tata Cara Sholat Taubat

​Selanjutnya, mengenai tata cara sholat taubat. Proses ini sangat mudah sehingga siapa pun bisa segera mengamalkannya sebagaimana berikut:

  • ​Pertama, adalah mensucikan diri dengan berwudu secara sempurna.
  • ​Kedua, yakni melakukan sholat dua rakaat dengan hati khusyu’
  • Ketiga, ​Setelah sholat membaca istighfar dan bertaubat dari segala dosa.

​Lafal Istighfar

Berikut ini adalah ragam bacaan istighfar yang bisa kita amalkan setelah menyelesaikan prosesi sholat taubat:

  • ​Lafal Singkat

 أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

Astagfirullahaladzim

“Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.”

  • ​Lafal Sedang

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahalladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Baca juga: Wirid Setelah Sholat Lima Waktu

  • ​Sayyidul Istighfar

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses