Ilustrasi pernikahan di gurun pasir (1)

Kisah Pernikahan Nabi Muhammad dengan Sayyidah Aisyah

Pernikahan termasuk peristiwa sakral di sepanjang perjalanan umat manusia. Namun, tahukah kamu kisah pernikahan makhluk paling sempurna seantero dunia? tulisan ini akan membawa anda menyelami bagaimana awal mula kisah pernikahan Nabi Muhammad dengan Sayyidah Aisyah. Baca juga: Jangan Memberikan Doa Celaka, Doakanlah Hidayah Awal mula Diriwayatkan tatkala Sayyidah Khadijah wafat, baginda Nabi teramat dirundung kesedihan….

Lanjutkan
Waiter muslim menyajikan daging babi (1)

Menjadi Waiter di Kapal Pesiar: Bolehkah Mensucikan Najis Babi dengan Sabun?

Pada zaman sekarang, pekerjaan berupa waiter atau pelayan di sebuah kapal pesiar memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah ketika menyajikan makanan yang berupa perkara najis jika meninjaunya dengan kacamata syariat islam, sebut saja seperti daging babi. Lantas, apakah dia harus mencari debu guna mensucikan anggota badan yang terkena najis tersebut, atau boleh menggantinya dengan perkara…

Lanjutkan
orang berdoa

Rahasia Doa yang Didengar: Adab Berdoa Menurut Ihya’ ‘Ulum ad-Din

Imam al-Ghazali dalam kitabnya yang populer (Ihya’ Ulum ad-Din) menjelaskan banyak ihwal doa. Di antara yang akan penulis jelaskan di tulisan ini adalah beberapa dalil tentang doa dan adab berdoa. Baca juga: Rahmat Allah pada Ahli Maksiat: Harapan di Balik Dosa. Dasar Doa dalam Al-Qur’an dan Hadis وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ…

Lanjutkan
orang taubat

Rahmat Allah pada Ahli Maksiat: Harapan di Balik Dosa

Dalam sebuah hadis yang riwayat Abu Hurairah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa. ‘Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,’ sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. dan (perutnya) ia kenyang dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin doanya Allah kabulkan?”(HR. Muslim) Hadis…

Lanjutkan
khutbah haji

Khutbah Jum’at; Haji Mabrur, Masyarakat Makmur

Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ  أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ…

Lanjutkan
Ilustrasi selametan sesudah haji

Selametan Sebelum dan Sesudah Haji, Apakah Ada Dalilnya?

Selametan; budaya islam Nusantara Amalan masyarakat islam Nusantara identik dengan mengadakan acara semacam ungkapan doa syukur/duka atas apa yang telah terjadi di kehidupannya. Pada musim-musim haji seperti akhir-akhir ini, tidak sedikit dari mereka mengadakan selametan sebelum dan sesudah haji. Namun, apakah mengadakan kegiatan seperti itu boleh dan mendapat legalitas dari syariat? Baca juga: Sawah Tercampur…

Lanjutkan

Pentingnya Takbiran pada Hari Tasyriq

Hari-hari ini, tepatnya tanggal 11-13 Dzulhijjah, kita memasuki hari yang terkenal dengan nama “al-ayyam at-tasyriq”. Pada malam hari raya, orang-orang islam beramai-ramai melantunkan kalimat takbiran di seluruh pelosok dunia. Lantas, apakah takbiran masih berlaku setelah hari raya idul adha? apakah ada hikmah dibalik itu semua? Baca juga: Pentingnya Membaca Shalawat Setiap Hari Jumat Pembagian takbiran…

Lanjutkan
Suasana kurban di Lirboyo

Hari Raya Kurban 2025 di Pondok Lirboyo

Hari raya kurban tahun ini (1446 H. / 2025 M.) tidak kalah meriah dan ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Presiden Republik Indonesia (Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo) turut menyumbangkan kelebihan hartanya berupa hewan kurban kepada santri-santri Pondok Lirboyo. Pondok Pesantren Lirboyo sudah mempersiapkan beberapa rangkaian prosesi mulai pembelajaran menyembelih hewan kurban sampai mekanisme pembagian…

Lanjutkan
Arafah Day

Khutbah Shalat ‘Id al-Adha Atau Jumat: Haji – Simbol Penghambaan dan Persaudaraan Umat Islam

Khutbah Pertama: اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُاَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهَِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلًا لَاإلهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلّه ِالْحَمْدُ الْحَمْدُ لِلّهِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى, وَأَشْكُرُهُ عَلَى عَطَائِهِ وَفَضِيلَتِهِ لَا تَبْرَى. أَشْهَدُ…

Lanjutkan