Sholat berjamaah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam dan memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Swt. Di dalamnya terkandung pahala yang berlipat ganda sekaligus hikmah sosial yang kuat bagi umat. Bagi kita yang ingin menyempurnakan ibadah, memahami keutamaan dan hikmah sholat berjamaah akan menumbuhkan semangat untuk tidak meninggalkannya. Berdasarkan hadis Rasulullah saw. dan penjelasan para ulama, berikut adalah uraian mengenai keutamaan serta hikmah sholat berjamaah.
Keutamaan Sholat Berjamaah
ada banyak keutamaan sholat berjamaah, di antaranya adalah
1. Pahala Berlipat Ganda
Sholat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan sholat sendirian, atau 25 derajat dalam riwayat lain. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»
“Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat.” Dalam riwayat al-Bukhari dari Abu Sa’id disebutkan “dua puluh lima derajat”.
Baca juga: Bukan Ahlinya, Mengapa Masih Gemar Berkomentar? Ini Alasan Ulama Kredibel Kerap Dihina
2. Seakan Sholat Semalam Suntuk
Keutamaan berjamaah pada sholat Isya dan Subuh adalah seperti sholat separuh malam dan sepenuh malam. Tidak semua orang mampu menghidupkan separuh malam, apalagi sepenuh malam. Namun Allah memudahkan hamba-Nya dengan berjamaah Isya dan Subuh, pahalanya dihitung seperti sholat separuh malam dan sepenuh malam. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa sholat Isya secara berjamaah, maka seakan-akan ia melakukan sholat separuh malam. Barangsiapa sholat Subuh berjamaah, maka seakan-akan ia sholat seluruh malam.”
Baca juga: Wali Nikah: Pengertian, Urutan, dan Syaratnya
Lima Hikmah Sholat Berjamaah
Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi dalam kitab Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh (Beirut: Darul Fikr, 1997), juz I, halaman 87-88, menguraikan hikmah sholat berjamaah sebagai berikut:
1. Simbol Persatuan
Sholat berjamaah merupakan simbol persatuan dan kebersamaan yang terbingkai dalam ukhuwah Islamiyah. Pada waktu dan tempat yang sama, umat Islam berkumpul dalam shaf yang rapi, menghadap kiblat yang sama, dan dipimpin oleh seorang imam. Dengan demikian, hilanglah sikap egoisme individu karena jiwa raga bergerak bersama dalam satu tujuan, yaitu beribadah kepada Allah sekaligus mengharapkan ridha-Nya.
2. Wujud Kesetaraan
Perbedaan duniawi seperti status sosial, jabatan, dan keturunan menjadi hilang saat sholat berjamaah. Tidak ada perlakuan istimewa bagi pejabat, orang kaya, atau keturunan terpandang, dan tidak ada pula diskriminasi bagi rakyat biasa. Kaya dan miskin, bangsawan dan rakyat jelata, majikan dan pembantu, semuanya berdiri sejajar dalam satu shaf.
3. Media Introspeksi
Sebagian kalangan menengah ke atas mungkin saja terbersit keinginan untuk berada di shaf paling depan. Padahal perasaan tersebut bertentangan dengan konsep kesetaraan sebagaimana diuraikan pada poin sebelumnya. Karena itu, sholat berjamaah menjadi media introspeksi diri bahwa di hadapan Allah semua manusia sama, dan hanya ketakwaan yang membedakannya.
4. Sarana Silaturahim
Ketika berkumpul di mushala atau masjid, bisa jadi para jamaah tidak saling mengenal. Kebersamaan dalam sholat berjamaah menjadi sarana silaturahim untuk saling mengenal, mengasihi, dan membangun ikatan persaudaraan. Pada akhirnya, sholat berjamaah membentuk keseimbangan antara hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia).
5. Menjawab Panggilan Allah
Sementara itu, seruan hayya ‘alash shalah (marilah menuju sholat) bukan sekadar pemberitahuan masuknya waktu sholat. Lebih dari itu, ia merupakan panggilan dari Allah yang disuarakan melalui lisan seorang muazin. Panggilan ini seharusnya dijawab dengan segera, melebihi respons ketika dipanggil oleh atasan atau majikan. Sholat berjamaah menjadi jawaban nyata seorang hamba atas panggilan tersebut.
Baca juga: Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Bagi Orang Awam
Penutup
Dengan demikian, sholat berjamaah tidak hanya sekadar rangkaian ibadah ritual. Di dalamnya terdapat hikmah yang sarat nilai-nilai fundamental dalam ajaran Islam, yaitu persatuan, kesetaraan, introspeksi, silaturahim, dan ketaatan mutlak kepada Allah Swt. Keterangan mengenai hikmah ini dirumuskan secara komprehensif oleh Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi dalam karyanya Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
