Setiap umat Islam pasti selalu membutuhkan pertolongan Allah Swt. dalam menjalani setiap lika-liku kehidupannya. Oleh karena itu, kita wajib memanjatkan doa setiap hari secara rutin. Ketika kita memohon sesuatu kepada Sang Pencipta, kita sangat perlu memperhatikan adab dan kesopanan. Salah satu adab terpenting dalam tuntunan ibadah adalah mengangkat tangan saat berdoa. Bahkan, Nabi Muhammad saw. dan para ulama sangat menganjurkan praktik ini. Selanjutnya, artikel ini membahas tuntunan ibadah mengenai hukum mengangkat tangan saat berdoa secara mendetail. Oleh sebab itu, mari kita pelajari dalil dan tata caranya dengan seksama.
Baca juga: Wirid Setelah Sholat Lima Waktu
Dalil Mengangkat Tangan saat Berdoa
Nabi Muhammad saw. selalu memberikan teladan terbaik bagi umatnya. Dalam hal ini, beliau sering mengangkat tangan saat berdoa kepada Allah. Kemudian, beliau mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya setelah selesai memanjatkan permohonan.
Mari kita perhatikan riwayat Imam Tirmidzi dari sahabat Umar bin Khattab ra. yang terdapat dalam kitab Al-Adzkaar berikut ini:
روينا في كتاب الترمذي عن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال: كان رسول الله ﷺ إذا رفع يديه في الدعاء لم يحطَّهما حتى يمسح بهما وجهه
“Kami meriwayatkan dalam kitab At-Tirmidzi dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Rasulullah saw. apabila mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya sampai beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangan tersebut.'”
Berdasarkan hadis ini, ulama menyimpulkan bahwa mengusap wajah memiliki makna optimisme (tafa’ul). Sebab, tindakan ini menunjukkan keyakinan utuh bahwa Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya. Lagipula, Allah merasa sangat malu jika Dia membiarkan tangan hamba-Nya kembali dalam keadaan kosong tanpa membawa kebaikan.
Baca juga: Lafal Sayyid al-Istighfar, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya secara Sempurna
Hikmah Mengangkat Tangan saat Berdoa ke Langit
Banyak orang sering bertanya mengenai alasan kita mengarahkan telapak tangan ke atas. Mengenai hal ini, ternyata mengangkat tangan saat berdoa memiliki hikmah yang sangat indah.
Dalam kitab Futuhat ar-Rabbaniyah terdapat keterangan berikut:
وحكمة الرفع إلى السماء أنها قبلة الدعاء ومهبط الرزق والوحي والرحمة والبركة
“Dan hikmah mengangkat tangan ke langit adalah karena langit merupakan kiblatnya doa dan tempat turunnya rezeki, wahyu, rahmat, serta keberkahan.”
Sehingga, langit menjadi kiblat rohani saat kita bermunajat. Selain itu, dalam kitab As-Silah, Imam Al-Khatthabi mengatakan tentang adab krusial lainnya. Beliau menyatakan bahwa kita harus membiarkan tangan dalam keadaan terbuka tanpa penutup. Namun, kita boleh memakai penutup apabila kulit tangan kita sedang terkena najis. Kemudian, ulama juga memberikan pedoman penting mengenai hukum mengusap wajah. Faktanya, syariat Islam hanya menganjurkan usapan wajah ini pada doa yang kita lakukan di luar ibadah sholat. Sebaliknya, ulama menghukumi makruh (kurang baik) jika kita mengusap wajah seusai membaca doa di dalam sholat. Tentu saja, hal ini menyempurnakan kualitas tuntunan ibadah kita sehari-hari.
Baca juga: Sembilan Tuntunan Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh
Jangan Salah Posisi Telapak Tangan
Selanjutnya, kita juga harus memahami perbedaan posisi tangan berdasarkan tujuan doa kita. Ketika kita memohon datangnya suatu kebaikan atau nikmat, kita hendaknya menggunakan bagian dalam telapak tangan. Meskipun demikian, Nabi saw. mencontohkan hal berbeda saat beliau menunaikan doa Istisqa (meminta hujan) atau saat menolak bala (bencana). Pada saat itu, beliau berdoa sambil mengangkat punggung tangannya ke atas. Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan posisi tangan kita dengan isi doa tersebut.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
